Tentang Penulis
-
Puisi: Proposal Rindu Karya RM. Maulana Khoerun
Jalan Buntu Aku menemui jalan buntu Saat sang ratu bersanding bersama musafir dalam potret Harapan kini tinggal puing-puing diwadahnya Hanya sedikit azam membangun kembali remukan itu Mendung menjajah jalan buntu Harus apa aku sekarang? Aku tak lagi pantas bergelar ksatria Jika diam saja saat hujan membanjiri wajah sungai Jalan ini benar-benar buntu..! Orang-orang pun terlampau…
-
Puisi: Tamadun Semu Karya Dani Alifian
Doa sebelum Makan Tuhan jadikan dalam sepiring nasiku sebagai penguap syukur Kupupuk laparku dari keringat petani papa yang menanam padi dari pagi hingga juntai sore, angka kalender bolehlah terus berlalu, tapi sayur hijau dan kecambah putih tetap setia menghidang di hampar mata tempe mesti akrab dengan tahu, meski belum sempurna tanpa sambal, Dalan sepiring nasi…
-
Cerpen Mored: Impian Putra Taman Dadar
(SDN 10 Curah Tatal. Doc Bu Hamidah, M.Pd) Oleh: Hamidah, M.Pd. Sepoi angin semilir dan burung-burung bernyanyi. Sesekali mereka hinggap di ranting-ranting pohon yang mulai rapuh. Daun-daun berguguran di sepanjang lereng gunung dengan jalan terjal bebatuan berkelok. Ranting-ranting pun berbisik. “Aku tak lama lagi patah, tangan-tangan usil pun akan membakar kami dan mempertemukan kami dengan…
-
Memiliki Banyak Rekening Bank, Memangnya Perlu?
pixabay Seperti yang diketahui, dengan adanya rekening di bank memang cenderung memudahkan Anda dalam proses menyimpan uang. Terlebih lagi, saat ini sudah dimudahkan dengan adanya sistem tarik tunai dan transfer di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mobile banking, internet banking, dan lain sebagainya. Perlu Anda ketahui bahwa memiliki banyak rekening bank, sebenarnya tidak diwajibkan bahkan tidak…
-
AMDAL dalam Sebuah Percakapan
metsateollisuus.fi Oleh: Novi Dina* Siang itu, tanpa sengaja kita bertemu di perpustakaan kampus. Aku menatapmu yang sedang kebingungan mencari buku dan aku menghampirimu dengan malu-malu. Saat semakin mendekatimu, ternyata kamu mencari buku yang berjudul Studi Kelayakan Bisnis. Kutawarkan bukuku padamu agar kamu tidak perlu meminjamnya dari perpustakaan dan kamu mengiyakannya. Setelah itu, aku mengajakmu ke arah…
-
Puisi Mored: Ibu dan Puisi Lainnya
Oleh: M. Suhdi Rasid* IBU Ibu, kaulah pahlawanku kaulah sang muara hati kau yang melahirkanku mendidikku mendisiplinkanku hingga aku mengerti arti kemandirian Ibu, saat aku gembira saat aku duka lara kau masih ada di dalam dada meski sekarang kau hanyalah kenangan ialah foto lamamu masih kusimpan Ibu, maafkanlah anakmu telah membuat kesalahan hingga kau menangis…
-
Cerpen Mored: Hutan Lindung
Oleh: Hamidah, M.Pd. Aku kayuhkan sepeda gunung untuk menghirup udara segar pagi hari. Di pinggiran alun-alun Kota Situbondo menjadi tempat berkumpul kami untuk menentukan arah goes. Di tempat tersebut sudah ada empat orang temanku. “Kita ke mana hari ini?” “Ke Hutan Lindung, gimana?” “Ok, kita ke Hutan Lindung,” jawabku. Di antara pencinta goes, perempuann…
-
Menjadi Hamba: Membesarkan Allah, Mengerdilkan Diri
Oleh: T. Rahman Al Habsyi* Di halaman kosan yang terang oleh lampu neon, saya duduk memperhatikan langit yang gelap. Menyeruput teh, dan menakar segenap gelisah kepada bayangan–Nya. Angin yang dingin tidak kuasa mendinginkan pikiran yang mendidih, hati yang kelimpungan, semua kecemasan yang bercampur aduk menjadi kekhawatiran. Ada kebanggaan yang tiba-tiba saja runtuh, ada kepongahan yang dalam…
-
Cerpen: Bianglala dan Sisa Aroma Tequila
Oleh: Nur Diana Cholida Sepertinya takdir ingin bermain-main denganku. Atau bahkan, aku yang mempermainkan takdirku sendiri. Ku tatap novel yang kau pinjamkan untukku. Aku masih menyimpannya. Kau tak pernah menagihnya, maka aku tak akan mengembalikannya. Ku tatap lekat novel itu. Setetes Embun Untukmu, itulah judulnya. Aku bernostalgia denganmu lagi. “Cinta ini terlalu riskan untuk kita…
-
Cerpen Mored: Jangan Bilang I Love You
Oleh: Taradita Yandira Laksmi Aku ingat keseluruhan kisah meski acapkali terbolak-balik susunannya. Ya, untuk ketiga kalinya aku bermimpi sesuatu yang begitu nyata. Benar-benar seperti nyata. Entahlah, akan ada petualangan kisah apalagi setelah ini. Sebenarnya aku tengah berada di sekolah. Ya, baru selesai latihan hadrah. Saat kulihat Praja dan Azam beserta teman-teman laki-lakinya yang familiar di…