Kategori: Puisi

  • Puisi: Celurit yang Tergantung

      Sumahya   Di ruang hatimu Kutemukan hujan lihai mencipta kata-kata untuk kita Untuk puisi, untuk matahari yang gagal meminang pagi Dan kita adalah bocah-bocah kecil yang senang menanam gigil Dan waktu akan memetik kita sebagai kemuning daun pohon mati   Yogyakarta, 2020         Di Sebuah Cafe   Di sebuah cafe Sebuah

    selengkapnya…

  • Puisi: kusisiri kota ini dengan puisi

      kusisiri kota ini dengan puisi   kusisiri kota ini dengan puisi sampai ke laut hanya berbatas samudra hindi mencari sisa-sisa masa lalu yang mesti dibanggakan atau kenangan yang kelak diceritakan   tapi ada yang hilang terbawa angin atau sengaja dihilangkan bagai suara-suara aktivis yang mesti dibungkam-hilangkan dan menyisakan getir kenyataan menghubungkanku dengan sungai-sungai di

    selengkapnya…

  • Puisi: Untuk Gadis

      Untuk Gadis Kubaca sejak─sajakku yang pula kau baca, jari kecil bergerak, gerangan menangiskah tertawa? ada perjurit di barak, sungguh jalang puan tak bisa tentang, memoarnya dirusak, namun luka lama pun makin riang.   Gadis kecil, bernyali kecil, sudah besar rupanya dia! pulang ke kolong langit, berbekal senyum dibalik duka, di kering suka, di ambang

    selengkapnya…

  • Puisi: “Status 1: Apa yang Anda Pikirkan?”

    Ahmad Zaidi Status 1 : Apa yang Anda Pikirkan?   Dalam keriuhan ini kita kerap terjungkal ke dalam kubang validasi dan tali yang menjulur di tubir pengakuan sebagai uluran tangan itu terputus oleh diri sendiri. Kita mewakafkan diri sebagai murid yang berkhidmat pada reputasi.   Kita menikmati bagaimana orang bertepuk sorai dalam pesta perayaan. Gelegar

    selengkapnya…

  • Puisi: Di Luar Rencana

      freepik  Di Luar Rencana               -safrina Aku membawakanmu mawar yang separuh terbakar dan kusematkan mawar itu di telinga kirimu, aku berbisik lirih menyerupai suara angin “kita adalah dendam dan rindu menebak siapa yang sampai lebih dulu”.   Sambil tersenyum kau terus meraba tangis manusia-manusia yang kehilangan rumah, sebuah halte yang dibakar massa dan

    selengkapnya…

  • Puisi: Bisikan

    Bisikan Angin menjatuhkan dedaun Mereka berbisik tentang : Aku yang terpenjara Pada kisah-kisah kita Yang entah di halaman berapa. Angin menggoyangkan dedaun Lantas aku berbisik : Apa aku perlu api Untuk membebaskanku? Dedaun menggeleng Sebelum di antara celah batu Menyerahkan takdirku dan takdirnya Bogor, Juni 2020 Di Hadapan Kopi yang Mendingin : Nida Hari kemarin

    selengkapnya…

  • Puisi: Payung Hitam 13 Tahun

    Ilustrasi oleh Zaidi Payung Hitam 13 Tahun Penghabisan kali itu, kau datang, membawakan lilin putih, berpakaian hitam dua belas, dua belas, tiga belaskah berdentang? kala dunia berpesta; moga hujan Jakarta tentram. Dua kosong kosong tujuh, tiga belas tahun; seorang Ibu mengusap peluh, seorang yatim mencari Ayah, seorang janda bertanya di manakah mirah? Oh, Jakarta yang

    selengkapnya…

  • Puisi: Untukmu, Eyang!

    Ilustrasi oleh Aulias Silmi UNTUKMU, EYANG! Kemarin saat kubuka beranda akun media, Kumelihat beberapa informasi tentangmu, eyang! Banyak ucapan selamat tinggal, Banyak pula ucapan kekaguman, Di sela-sela itu, Aku teringat dengan puisimu, Hujan di bulan Juni, Hingga tepat di bulan Juli, Jelang satu bulan dengan judul puisimu itu, Turut menjadi bulan terkenang, Aku masih tak

    selengkapnya…

  • Puisi: Sapardi, Selamat Jalan Menuju Keabadian

    Melepas Sapardi di sepenggal sisa kenangan ada mantra yang tak cukup diuntaikan ada ritual basah di retina yang berkerah kemarau tak cukup panas mengeringkan doa Sapardi yang bijak, berbaringlah di ranah jiwa biar kurapal doa-doa, mengantarmu menuju surga di sepanjang bidak waktu sudah tersesap lumpur pada sumbu lidahmu menyekal derita sakal lalu luruh dalam pengantar

    selengkapnya…

  • Puisi: Tamadun Semu

    Tamaddun Semu Dunia menjelma kubus kubus besar serupa permainan teka teki raksasa. tidak ada musim cuma ada prasangka dan kerlap kerlip lampu kota sesaat naik ke atas, mengambang, lalu mencair Cuaca telah membuat berpasang mata saling curiga. Hujan yang kemarau Kemarau yang hujan Terjadi saling tuduh, kiranya bayangan siapa menanamkan bencana. 1) Aku tetap dan

    selengkapnya…