Kategori: Puisi
-
Puisi: Negeri Atalan
Gua Kehidupan Bernapas di udara yang penuh bangkai Dihiasi fana kebahagiaan Di tempat itu Banyak badut keji Mawar tumbuh di celah aliran air hujan Yang terserap tanah Namun, hidupnya seperti kurcaci tak elok berada di negeri ini dunia ini tempat kelucuan badut badut semrawut dan kita dinahkodai olehnya termometer kebenaran sirna didekapnya Negeri Atalan Seolah
-
Puisi: Pakaian Dari Bayang-Bayang Maut
Merogoh Kardus Dalam sebuah kotak gelap di bagian bumi yang lain aku mencari jejak yang tertulis di seutas tali penjerat orang sinting Tak ada yang mampu bersembunyi di sehelai baju pembuat boneka yang jarang mengucapkan selamat malam Undurlah usaha bunuh diri sebab napas masih terlalu dini untuk meniupkan sunyi Pada ruang ini sebelum sayap kata-kata
-
Puisi: Stratocumulus
Opening Speech Selamat datang kembali di sekujur tubuh yang benar-benar terlepas dari jurang cahaya. Di sisi lain sudah jelas tidak ada makam nabi ketika azan mendapatkan namanya sendiri. Hanya sekitar lima bulan kita merasa ditarik unta ke langit. Menyaksikan kekurangan tumbuh di bibir yang tak henti melelehkan suara-suara. Menanggapi gelap dan angin hujan malu-malu untuk
-
Terima Kasih Cinta dan Puisi Lainnya
Oleh: Hamidah, M.Pd* Terima Kasih Cinta Terima kasih atas dedikasimu padaku Tanpamu mungkin aku tak akan mampu mengenal dunia ini dengan baik Tanpamu mungkin aku lemah Tanpamu ku tak mampu arungii samudra Tanpamu dunia terasa hambar Tanpamu gelora kan padam Tanpamu hampir kulupakan lantunan ayat2 suci-Mu Dan tanpamu tebar semyumku kan sirna Cinta…kau bahtera hidupku
-
Puisi: Kembalikan Tawaku
Puisi WF Romadhani* BERANTAKAN Hari ini berantakan Berjalan tanpa tujuan Menulis tanpa pikiran Bicara penuh bualan Ketidakjelasan Ratapan Harapan Penyesalan Tentu masih terasa Dan diri ini mengakuinya Tak bisa menghilang Menyeretku Mengikatku Membelengguku Malang, 23 Oktober 2019 SEJAK ITU, BUNGA Sejak itu, bunga Kuurung memberimu pupuk Akupun lupa tempat timba berada Yang biasanya kugunakan ‘tuk
-
Puisi: Laporan Pagi di Perempatan Trowulan
Puisi-puisi Anjrah Lelono Broto 1/ Laporan Terkini dari Kubur Orang yang Mati Terbunuh sepasukan anai-anai berjalan tegap ekor mataku melihatnya sebelum lindap di antara lipat tanah yang gelap kalau irama kaki mereka terdengar tanpa gentar menggeletar karena mereka adalah makhluk penyabar apabila aku harus menyesali pertemuan dengan sepasukan anai-anai ini “tak berharga lagi,” pupus berulang
-
Puisi: Purnama di Bulan Januari
Purnama di Bulan Januari I/ Di kotak persegi , penantian berbuah ranum Bulan berkelupas, membawa warna yang menentramkan Dinding itu tak terlihat buram seperti sediakala Seperti wajah rembulan berawan Siluet kekasih, membuat malam jadi cemerlang II/ Dia pesakitan bermata elang Mengulang ulang cinta tak disalahkan Membelai dengan tanpa jeda Menuntaskan masa lalu yang tertunda Dan
-
Puisi: Sebatas Kenangan
Dialog Akhir Tahun Selalu ada di sela-sela gerimis yang datang. Kubuka sedikit jendela kamarku ada setangkup pesan di situ. Kuraih dan kudekap di dadaku, agar mudah untuk kuulangi membacanya. Biasanya aku baca menjelang senja tiba sampai dengan semburatnya musnah. Berganti pekatnya malam. Itulah sebabnya rinai gerimis telah menjeratku pada rindu yang dalam. Jika gerimis telah menjelma
-
Hutan Baluran dan Puisi Lainnya
Oleh: M. Firdaus Hidayatullah hutan baluran ada lagu dalam hutanku suaranya melipir ke tiap retak tanahmu lalu seseorang mengiris lirih batangnya mencungkil akar yang tertanam berabad-abad memunguti daun-daun hujaunya, atau yang rontok dan berkelebatan sepanjang musim tapi nyanyi gagu terekam di antara derai tangis anak-anak pohon. dan tunas-tunas baru di rimbun belukar humus sementara engkau
-
Kitab Cinta dan Puisi Lainnya
Oleh: Moh. Ghufron Cholid* SURGA PALING INDAH SEORANG AYAH : Nailun Najah segala yang ada padamu jalan syukur yang mesti kutempuh senyummu, surga paling indah dalam hidupku Junglorong, 23 Januari 2020 KITAB CINTA : Farrohah Ulfa istriku bila malam semakin larut aku tak jua pulang ke rumah tak usah kau tandai langkahku dengan airmata percayalah