Kategori: Puisi
-
Puisi: Kembalikan Tawaku
Puisi WF Romadhani* BERANTAKAN Hari ini berantakan Berjalan tanpa tujuan Menulis tanpa pikiran Bicara penuh bualan Ketidakjelasan Ratapan Harapan Penyesalan Tentu masih terasa Dan diri ini mengakuinya Tak bisa menghilang Menyeretku Mengikatku Membelengguku Malang, 23 Oktober 2019 SEJAK ITU, BUNGA Sejak itu, bunga Kuurung memberimu pupuk Akupun lupa tempat timba berada Yang biasanya kugunakan ‘tuk…
-
Puisi: Laporan Pagi di Perempatan Trowulan
Puisi-puisi Anjrah Lelono Broto 1/ Laporan Terkini dari Kubur Orang yang Mati Terbunuh sepasukan anai-anai berjalan tegap ekor mataku melihatnya sebelum lindap di antara lipat tanah yang gelap kalau irama kaki mereka terdengar tanpa gentar menggeletar karena mereka adalah makhluk penyabar apabila aku harus menyesali pertemuan dengan sepasukan anai-anai ini “tak berharga lagi,” pupus berulang…
-
Puisi: Purnama di Bulan Januari
Purnama di Bulan Januari I/ Di kotak persegi , penantian berbuah ranum Bulan berkelupas, membawa warna yang menentramkan Dinding itu tak terlihat buram seperti sediakala Seperti wajah rembulan berawan Siluet kekasih, membuat malam jadi cemerlang II/ Dia pesakitan bermata elang Mengulang ulang cinta tak disalahkan Membelai dengan tanpa jeda Menuntaskan masa lalu yang tertunda Dan…
-
Puisi: Sebatas Kenangan
Dialog Akhir Tahun Selalu ada di sela-sela gerimis yang datang. Kubuka sedikit jendela kamarku ada setangkup pesan di situ. Kuraih dan kudekap di dadaku, agar mudah untuk kuulangi membacanya. Biasanya aku baca menjelang senja tiba sampai dengan semburatnya musnah. Berganti pekatnya malam. Itulah sebabnya rinai gerimis telah menjeratku pada rindu yang dalam. Jika gerimis telah menjelma…
-
Hutan Baluran dan Puisi Lainnya
Oleh: M. Firdaus Hidayatullah hutan baluran ada lagu dalam hutanku suaranya melipir ke tiap retak tanahmu lalu seseorang mengiris lirih batangnya mencungkil akar yang tertanam berabad-abad memunguti daun-daun hujaunya, atau yang rontok dan berkelebatan sepanjang musim tapi nyanyi gagu terekam di antara derai tangis anak-anak pohon. dan tunas-tunas baru di rimbun belukar humus sementara engkau…
-
Kitab Cinta dan Puisi Lainnya
Oleh: Moh. Ghufron Cholid* SURGA PALING INDAH SEORANG AYAH : Nailun Najah segala yang ada padamu jalan syukur yang mesti kutempuh senyummu, surga paling indah dalam hidupku Junglorong, 23 Januari 2020 KITAB CINTA : Farrohah Ulfa istriku bila malam semakin larut aku tak jua pulang ke rumah tak usah kau tandai langkahku dengan airmata percayalah…
-
Puisi Mored: Bunga Perkasa dan Puisi Lainnya
Oleh: Nur Akidahtul Jhannah* SANDARAN KELUARGA Ayah Tak pernahkah kau merasa lelah Dengan hidup kita yang susah Terkadang kami gelisah Jika kau akan putus asa Ayah Namun kami salah Kau adalah orang yang tak mudah putus asa Bahkan saat kau sedang lengah Kau selalu membuat kami terpanah Ayah Kini kau tiada Memenuhi panggilan yang kuasa…
-
Rindu dan Puisi Lainnya
Oleh: Ririn Anggraini* Merindumu Tak Akan Usai Aku terdiam dalam pilu yang berdetak Rindu yang dalam semakin menjejak Cukuplah usahaku menafikanmu dalam benak Namun semakin kuat semakin beranak pinak Biarlah aku merindumu lagi Tanpa kutahu kapan kau kembali Biarlah kunikmati sepi ini Bersama bayanganmu dalam hati, malam ini Situbondo, 20 Desember 2019 Rinduku Terhalang Ilalang…
-
Puisi: Labirin Kerinduan
PUISI: GUS FAHRI Reuni Persakitan Di kediaman itu serentak kita bungkam. Kau merunduk kelamkan senyum, entah Untuk siapa? Sama sekali tiada ragu Memahar Asmaul Husna ke lekuk rusukmu Agar aku bertabah hati mengistalahkan pedih. Atau kau sengaja bersekutu dengan durjana, Setelah saban hari kulukis kau sebagai Fatimah Pada hayat tandusku. Sebutlah aku pangeran yang mengendap…
-
Gunung Ringgit dan Puisi Lainnya
Oleh: M Firdaus Rahmatullah* Gunung Ringgit tiada yang tersisa di gunung ringgit, udara habuk dan dedaunan gugur serupa kapuk yang selalu membuat mataku berang seolah menempuhi hidup tak tenang demi membersihkan diri dari waktu bersuci dari perilaku tak tentu menghitung yang kandas sebelum kata-kata lunas sambil melepas harapan yang aku pegang menerbangkannya menuju cakrawala mendatang aku…