Kategori: Puisi
-
Puisi: Diorama Talang Siring
*Puisi Lelaki Sungai Kembali Kepadamu -: Si Kumis Merah Di kapal ini aku mengasah pena dan ketajaman indra Dengan puisi tertancap matahari, gunung, karang,ikan dan mutiara. Di kapal ini aku merangkai kesabaran dada Sebab nurani membuncah amarah menggelora. Di kapal ini aku menelaah kesederhanaan rasa Pada setiap jengkal waktu tak henti meroda. Dan di kapal…
-
Puisi Mored: Sabit Hingga Purnama
Puisi-Puisi Silvana Farhani Mawar dan Puisi :Zanna Faireza Cha, Segeralah berdoa semoga akan banyak kado di lemari kamar Dan dariku Kulipat kertas berisikan puisi Kuselipkan di tangkai bunga mawar Yang sengaja kutitipkan pada merpati putih Dan nanti, kau akan menemukannya di depan rumahmu Bersama pangeran tampan pujaan hatimu Cha, Perihal pertemuan yang tak tahu…
-
Puisi: Santet
AWAL TAHUN : MUSIM AKAN BERGANTI Pancaran cahaya keperak-perakan Dari mendiang sang senja Bekas silauan mentari yang mulai terbenam Di penghujung barat cakrawala Berhias gerombalan burung camar Yang hendak pulang menuju sarangnya Sambil dendangkan kicauan khas Bertasbih memuji sang pencipta Namun, gumpalan pekat bertransisi Mengitari atap langit kala itu Mengikuti setiap embusan angin Dari arah…
-
Puisi: Sabda Hujan
SAMPAI JADI DEBU Ia telah selesai membaca kata-kata, menguatkan dadanya . Maka sebelum kembali melanjutkan perjalanan, Ia belajar lebih agar sampai ke tempat tujuan. Namun ia juga telah selesai mendengar kata-kata, semakin mematahkan semangatnya. Dari segala penjuru, kata-kata menjelma peluru. Jika lengah sedikit, ia akan hancur, jadi debu Bekasi, 2019 SABDA HUJAN Aku berdiri menghadap…
-
Puisi: Amsal Luka
PUISI-PUISI: J. AKIDLAMPACAK* Amsal Luka Jeritan yang berada di dasar waktu adalah rindu Dan engkau belum sempat melihatnya, sebab kepercayaan hanya milik cahaya. Namun, di tubuh kita, sebuah doa selalu tercipta. Pesona yang turun perlahan Seperti menuliskan kepulangan Menepi di tempat biasa kita menyendiri Sebelum kematian terlalu senang dicermati. Sampang.2019 Surat Terakhir Di surat…
-
Puisi: Perantau Karya Anugrah Gio Pratama
PERANTAU Aku menjelma seekor ikan yang menyelami seribu sungai di antara keriuhan semesta, di antara kekacauan cuaca, di antara waktu yang koyak oleh kerapuhan usia. Bersama arus air aku mengembara menuju sebuah kota yang memusnahkan mimpi pepohonan. Dan dengan napas yang panjang kuhirup aroma kerinduan yang terbit dari kampung halaman. 2019 JEJAK YANG HILANG Tiap…
-
Puisi: Wanita Tanpa Wajah
pixabay RISALAH PILU Tiada kata yang terucap Terbungkam dan terkunci Ini sudah kehendak-Nya Tawakaltu Alallah… Tapi aku masih tak percaya bahwa kau telah tiada Karena riuh canda tawamu seakan masih nyata Namun apalah daya Batu nisan sebagai pertanda Titik pengembaraanmu di dunia Takkan ada lagi teman yang menemaniku menapakkan sejarah Takkan ada lagi teman yang…
-
Puisi: Proposal Rindu Karya RM. Maulana Khoerun
Jalan Buntu Aku menemui jalan buntu Saat sang ratu bersanding bersama musafir dalam potret Harapan kini tinggal puing-puing diwadahnya Hanya sedikit azam membangun kembali remukan itu Mendung menjajah jalan buntu Harus apa aku sekarang? Aku tak lagi pantas bergelar ksatria Jika diam saja saat hujan membanjiri wajah sungai Jalan ini benar-benar buntu..! Orang-orang pun terlampau…
-
Puisi: Tamadun Semu Karya Dani Alifian
Doa sebelum Makan Tuhan jadikan dalam sepiring nasiku sebagai penguap syukur Kupupuk laparku dari keringat petani papa yang menanam padi dari pagi hingga juntai sore, angka kalender bolehlah terus berlalu, tapi sayur hijau dan kecambah putih tetap setia menghidang di hampar mata tempe mesti akrab dengan tahu, meski belum sempurna tanpa sambal, Dalan sepiring nasi…
-
Puisi: Artefak Kesedihan Karya Hari Alfiyah
Cukuplah :INHF Cukuplah sebagai awan Yang kehadirannya terkadang tak kau inginkan Cukuplah sebagai hujan Yang datangnya tak kau rindukan Cukuplah sebagai kicauan Yang lebih banyak kau lupakan Cukuplah sebagai tangisan Yang tak pernah kau harapkan Cukuplah sebagai pembicaraan Yang lekas kau lupakan Cukuplah sebagai pikiran Yang tak akan pernah kau utarakan Cukuplah sebagai kanangan Yang…