Kategori: Puisi

  • Puisi: Kehilangan Karya Wahyu Lebaran

    PUISI-PUISI WAHYU LEBARAN* KEHILANGAN 1 sudah kubuang, lembaran kertas tulisan tangan. sebagian kubakar, sesekali terbayang membakar kenangan. cinta begitu sunyi, gelap, dan mendung. hujan menetes kecil, jendela memburam. berlembar kertas mengabu, sesudah itu. rindu ingin bertemu, mencicip moka, di kafe yang dulu. akankah hilang bekas-genggamanmu— di peron, di stasiun yang menua itu? KEHILANGAN 2 di…

    selengkapnya…

  • Puisi: Muasal Luka 3 dan Puisi Lainnya

    Joan Brown on Pinterest.com Jarak II Jalan menuju rumahmu telah retak Seretak hatiku menahan rindu. Annuqayah, 2019 Kepada Kekasih             ; Husnol Khotimah Mari kita bunuh sepi Tak perlu meniru matahari, kekasih Sebab canda selamanya akan tetap candu Di antara kita. Sungguh semenjak aku mencintaimu Sungai-sungai resah tiada mengalirkan gelisah Lading-ladang subur ditumbuhi mimpi. Lalu,…

    selengkapnya…

  • Gemalaguna dalam Kata-Kata

    GEMALAGUNA Sekadar hijau dan gelap Hanya riuh dan degub debur Hatinya diterjang keabaian Jantungnya dicubit lalu kau tinggalkan Kami mengerti, tapi kalian belum memberi empati Hatinya geming resah Jantungnya ditikam lantas kau bungkam teriakan Sekadar biru yg menghanyut sisa sisa Hanya salin larut yg sejati bohong kalau sysipus belum  mengungkap laranya Atau kau berpura pura…

    selengkapnya…

  • Puisi: Tiga Cangkir Kopi untuk Pacarku

    the wallpaper.co Secangkir Arabika Kita sedang berselimut dingin Hingga aku lupa memelukmu agar hangat Namun yang takkan kulupa, selalu kusajikan secangkir Toraja Meski yang kau inginkan secangkir Gayo pagi itu Entah engkau lupa, aku yang bersalah pada sakitmu Karena secangkir itu yang menusuk lambungmu Memang arabika asamnya tak terkira Meski aromanya lebih halus dan lembut…

    selengkapnya…

  • Puisi : Kerudung Biru Karya Busyairi

    Puisi-Puisi Busyairi KERUDUNG BIRU Alunan melodi terasa syahdu Mengalun dalam ruang rindu Aku yang masih ambigu akan dirimu Tak kusangka bahwa penggambaranmu Seindah kenyataan sebenarnya Malu-malu aku sapukan pandangan padamu Samar-samar kamu juga mencuri pandang padaku Tatapan itu selalu terbayang Dan terbawa di setiap sel-sel pikiran Perlahan tapi pasti Semoga harapan tak menyakiti Kerudung biru…

    selengkapnya…

  • PUISI: Antara Lidah-Api Karya Aang M,Z.

    PUISI-PUISI AANG M,Z* SESAKA DALAM BERSETAPAK Lidah kaki telah menjilati lorong-lorong kerontang Kemarau dalam bersetapak Yang menempuh jarak tak bisa dipandang Sampai atau tidak sampainya Tergantung dari peristiwa alam Apalagi mati di hulu bersetapak Jika kemarau berganti hujan Maka tak akan sampai kemuara tujuan Sebab kegigilan menjadi sesaka Jika kemarau masih setia Berarti perjalan kita…

    selengkapnya…

  • Puisi: Telanjang Pudar Karya Erliyana Muhsi

    Puisi-Puisi Erliyana Muhsi Telanjang Pudar Pada barisan trotoar berlampu Kaki tanpa alas tertatih Berdarah-darah Mengosongkan ilusi dan mimpi-mimpi Tak ada layak pada tubuhnya Tapi awas, Jangan sampai buruk sangka pada akalnya Manusia memanusiakan manusia Terdengar seperti itu memang jargonnya Hidung saja tak selamanya sepi Inguspun berdiam pada kesepiannya Hati manusia mungkin seharusnya dibuatkan kacamata murni…

    selengkapnya…

  • Puisi: Kota Melankoli

    Puisi Rizqi Mahbubi* Stasiun Kepergian Segenap doa, dilipat rapi dalam koper hitam Dinding, tiang, kursi tunggu berwarna perih perpisahan Kehilangan, dan ketabahan Bahwa tak ada jumpa yang baka. Dekap dan kecup teramat hangat dirangkai Agar di rantau kenangan tetap bising Serupa kereta melaju di rel-rel baja. Apa yang lebih perih di dengar Dari suara speaker …

    selengkapnya…

  • Puisi: Resonansi Karya Mim A Mursyid

    Puisi-Puisi Mim A Mursyid* IBU Ibu adalah kesetiaan Pada cinta dan kasih sayang. Sering desing tangisku Membunuh lelap malam tenangmu, Namun tetap kau teduh tanpa keluh. Kerap aku bersikap tak ramah Kala dada sempitku direnggut amarah Sejenak pun tak pernah kau hilang tabah Lalu engkau memeluk dan meniup ubun-ubunku, Di sampingmu, Ibu Jibril mengamini nafasmu.…

    selengkapnya…

  • Ikhlas Ngajhâr

    Oleh: Dhafir Abdullah Adu bapak ibu guru Ngajhâr muret pa ikhlas ongghu Sabbhâr ngastètè dâlâm adhâbu Allah ta’ala pas e parabu  Niat bhâgus pas pasamporna Allah settong tojjhuânna Patengghi ongghu aghâmana Dunnya akherat mandhâr e tarema’a Ngajhâr murèt palaten ongghu Bueng rassa ru kabhuru Pa pèntèr anak sè ghi’ bhudhu Adidik muret nambei èlmu Akhlak samporna dâri nabina…

    selengkapnya…