Kategori: Puisi
-
Puisi: Ruang Dimana Kita Bisa Abadi
MENGANULIR TAKDIR Adakah takdir yang telah disitir dapat dianulir, sebagaimana lesat bola di rahim gawang, sebagaimana keputusan undang-undang? Takdir, sebagaimana gurat yang sengaja dikerat pada kasar telapak tanganmu: di sanalah nasib getir ditaswir, di sanalah nasib bakir diukir. Tetapi kataku, takdir bagaimana pun ia disitir, dapat dianulir dengan doa-doa tahir. Sebab, Tuhan dzat yang maha…
-
Puisi: Pendaki
PENDAKI temanku kini seorang pendaki mengitari tengkuk hitamnya, memeras keringat mendekap punggungnya, segunung beban berserak onak, di pundak —di benak. temanku dulu sering jelangi surau di tengah dukuh tak ada bahkan setetes pun peluh di keluhnya : mengapa aku tak di sini dari dulu-dulu? Temanggung, 24-02-2020 SATU KEAJAIBAN semesta, kalang kabut angin ribut yang meributkan…
-
Puisi: Di Atas Tanah
Selamat pagi rindu Bermandikan pijar arunika Melantunkan masa-masa kelam Yang pergi ialah luka-luka Yang datang ialah suka-suka Bersumber dari Rahim Kenangan lahir beserta tali kerinduan Bersemayam dalam senyap Hening dan pilu Jika aku melupa Yogyakarta/22/03/2020 Stasiun Lempuyangan Derap roda kereta memecah keriuhan kendang telinga Stasiun dilahap oleh gelap Seperti hidangan penunda lapar Malam ini, aku…
-
Puisi : Di Sepanjang Jalan Ini
PUISI Nahiar Mohammad CANDU ; Viona Safitri Ingiku dekap tubuhmu dalam dekap hangat tubuhku Ketika api belum tuntas memanaskan air ditungku dan air matamu belum sempat jatuh ke dalam kubangan luka “senyummu adalah kerinduan tempat segala kesakitan dan akhir dari kebahagiaan” Inginku dekap tubuhmu dalam dekap tubuhku bila senyummu hanya menjadi luka di pertemuan akhir…
-
Puisi: Setelah Kau Pergi dari Kamarku
Membaca Lovecraft monster-monster memasuki mataku sebab matahari pecah rumahku segelap gua asing dalam kata-katamu terlihat taring memotong lenganku tentakel menjerat batang leherku cakar menyisir perih ususku sebelum mata terpecah tak mampu menampung horor yang tiba sebelum matahari lahir kembali dari akhir ceritamu dan aku, dalam butaku, merindukan ketakutan yang menggoda itu (Jakarta, Juni 2019) Setelah…
-
Puisi Mored: Ayah, Cinta, dan Nasihat
Oleh: Hardiana* AYAH Air mata Jembatan rindu yang membara Rintihan hati yang tlah sirna Ungkapan perasaan yang takkan terlupa Cinta Gambaran kasih yang tak kunjung henti Untaian rasa yang tak pernah letih Semangat membangun yang selalu di hati Keluarga kecil yang kau jaga Membuat mereka tak akan lupa Atas segala kekuatan yang kau bina Akan…
-
Puisi: Negeri Atalan
Gua Kehidupan Bernapas di udara yang penuh bangkai Dihiasi fana kebahagiaan Di tempat itu Banyak badut keji Mawar tumbuh di celah aliran air hujan Yang terserap tanah Namun, hidupnya seperti kurcaci tak elok berada di negeri ini dunia ini tempat kelucuan badut badut semrawut dan kita dinahkodai olehnya termometer kebenaran sirna didekapnya Negeri Atalan Seolah…
-
Puisi: Pakaian Dari Bayang-Bayang Maut
Merogoh Kardus Dalam sebuah kotak gelap di bagian bumi yang lain aku mencari jejak yang tertulis di seutas tali penjerat orang sinting Tak ada yang mampu bersembunyi di sehelai baju pembuat boneka yang jarang mengucapkan selamat malam Undurlah usaha bunuh diri sebab napas masih terlalu dini untuk meniupkan sunyi Pada ruang ini sebelum sayap kata-kata…
-
Puisi: Stratocumulus
Opening Speech Selamat datang kembali di sekujur tubuh yang benar-benar terlepas dari jurang cahaya. Di sisi lain sudah jelas tidak ada makam nabi ketika azan mendapatkan namanya sendiri. Hanya sekitar lima bulan kita merasa ditarik unta ke langit. Menyaksikan kekurangan tumbuh di bibir yang tak henti melelehkan suara-suara. Menanggapi gelap dan angin hujan malu-malu untuk…
-
Terima Kasih Cinta dan Puisi Lainnya
Oleh: Hamidah, M.Pd* Terima Kasih Cinta Terima kasih atas dedikasimu padaku Tanpamu mungkin aku tak akan mampu mengenal dunia ini dengan baik Tanpamu mungkin aku lemah Tanpamu ku tak mampu arungii samudra Tanpamu dunia terasa hambar Tanpamu gelora kan padam Tanpamu hampir kulupakan lantunan ayat2 suci-Mu Dan tanpamu tebar semyumku kan sirna Cinta…kau bahtera hidupku…