Kategori: Puisi
-
Puisi-puisi Eva Salsabila: Kontemplasi Rembulan
selaksa pilu Di tengah lamunanku, bayangmu merasuki ruh menggiring pada memori kuno ;ia tepat terperangkap kala perjumpaan kali pertama bukan sekadar terasa manis mengingatnya, pun jua memicu debaran yang nyaris mencolot dari persemayamannya sesekali aku berupaya memafhumi makna persuaan rasa antar insan sesekali pula menafsirkan dukana yang terselip pada renjana bukan…
-
Puisi-puisi Zulhan Nurhathif: Tentang Saat Ini
Tentang Saat Ini Saat ini tubuhku telah pecah menjadi kepingan-kepingan yang susah dikumpulkan kembali. Sebagian besar berada di gawai yang bagai anai-anai selalu merenggut bagian-bagian kecil diriku, satu-persatu. Sisanya, sebagian kecil diriku sedang kebingungan di tengah jalan mencari jalan pulang menuju Ibu. Al Ikhsan, November 2022 Mengheningkan…
-
Puisi-puisi Cahaya Fadillah: Setelah Engkau Pergi
Permintaan Paling Memaksa Tuhan, boleh aku meminta? Sedikit memaksa kelihatannya Engkau pasti lebih tahu maksud hatiku sebenarnya Maafkan hamba Tuhan, pintaku masih sama Masih tentang dia, jodoh yang engkau takdirkan sedikit lebih lama Lalu engkau panggil secepat kedipan mata Tuhan, aku salah apa? Hingga menghukumku sedemikian hebatnya Dia yang paling memahami,…
-
Puisi-puisi Miftah Zururi: Kamar Mandi Sekolah
Belajar Menjadi Bapak Guru Di suatu pagi, sebelum kami membuka buku pelajaran bahasa Indonesia, aku mendengar bapak guru memanjatkan doa: “Tuhan, aku belajar menjadi bapak guru dari dirimu yang menciptakan nun sehingga ada pena, mengajarkan Nabi sehingga ada puisi, dan merawat pohon-pohon jati sehingga ada buku-buku. Maka bacakanlah puisi setiap tulisanku di papan putih…
-
Puisi-puisi Aditya Ardi N: Memorabilia Wartel
memorabilia wartel dari kbu 1 aku memanggilmu lewat sambungan langsung jarak jauh di luar kbu seakan lenyap segala derap segenap suara seakan dibisukan dan kabut berlepasan dari liang pikiran “aku masih mendengarmu. lekas utarakan madah kerinduan, seharum sedap malam. sebelum malam jadi jelaga, dan pagi akan menyusutkan renjana di relung sukma,” katamu.…
-
Puisi-puisi Ngadi Nugroho: Ramadan
RAMADAN Setiap Ramadhan kucium aroma rendang bikinan ibu Sedangkan paman Asyik bertandang Sekadar mampir untuk salat Ramadan pun pasti seolah sekadar lewat Esok suara-suara orang mengaji samar-samar ikut lenyap Tak luput aroma rendang bikinan ibu Pelan-pelan terbawa angin melindap Satu per satu bergegas Menyamarkan kenangan yang mulai tanggal dan lepas Hari-hari tak…
-
Puisi-puisi Nandy Pratama: Merayakan Kepergian
Merayakan Kepergian Di gelombang hasrat yang sama kita memilih desah sebagai lagu penyatuan sayu mata denyutkan waktu rusa jantan tidur dan tumpah dalam gua cinta. Tarian gulita membabi-buta Satu sentakan telanjanglah malam Takjub, mata membaca gundukan mencari rute paling nikmat mencapai puncak Hujan menjulur Menggeledah bugil kulit-kulit mungil Sesekali teriakan…
-
Puisi-puisi Saiful Bahri: Tubuh Ramadan
Tubuh Ramadan kita hanya menumpaskan segala takwa pada rumput-rumput yang tak pernah usai menerjemahkan tumpukan sepi di ladang hati sejak kau menjumpai jarak yang beranjak ia hanya menjadikan langkahmu sebagai tempuh seperti hari kemarin yang kau tumis di hari ini perjumpaan doa dan tangan semoga mulai ada selawat tasbih di bulan…
-
Puisi-puisi Safari Maulidi: Pasar Malam yang Hilang
Pasar Malam Yang Hilang Aku tak akan lagi mengirimimu pesan pagi ini Sebab sudah terlalu gelap awan di langit Mungkin dengan ini Burung depan rumahmu akan tenang Sebab tukang koran yang biasa hinggap hilang Bunga di tamanmu sekarang telah lebih riang Ketika mentari menjalar di pagi hari Sebab selang yang biasa…
-
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana: Rumah Pak RT
RUMAH PAK RT 1// Dekat pohon-pohon bambu Angin melamban pelan menyusuri gang-gang rumah. Dekat pohon bambu itu Rumah Pak RT berdiri sederhana. 2// Suatu ketika, rumah Pak RT dikerumuni warga. Warga yang datang penuh persoalan. Persoalan perselingkuhan, persoalan surat cerai sekaligus persoalan hak waris. 3// Di rumah Pak RT Ada satu yang hanya…