Kategori: Puisi
-
Puisi: Minggu Pagi di Ruang Depan
freepik Puisi-Puisi Servasius Hayon* KEMUNGKINAN Kau adalah maklumat yang memungkinkanku gagal beristirahat. Pernyataan sering menjadi ketidakpastian. Yang pasti hanya satu. Besok aku akan bersembunyi dari pikiranmu. 2021 BATAS Malam segera tiba. Tampak seperti siang saja. Aku jadi ingin tidur siang ketika waktu beranjak pukul enam. Batas
-
Puisi: Kampung Halaman
Puisi MH. Dzulkarnain* Celoteh Anak Petani aku anak seorang petani gemar mereka-reka terik matahari sawah, palung kolam, pohonan jati dan sungai berdinding semak-semak duri adalah cikal-bakal kaum petani jemari-jemari kami enggan sugkar dari bersih buat apa bersih, jika bersih pun tak tentu suci tubuh kami telah dan selamanya akan bersih; bersih
-
Puisi: Wonokromo, Cinta, dan Masa Lalu
Sayur Hijau ada yang mendesau kala jangkrikku menemukan sayur hijau di atas pot kerajinan kantung matamu. ah, pagi ini tubuhku tak ubah terlafal benar syahdu nada dendang krik-krik yang gelisah. Wonokromo, Cinta, dan Masa Lalu di sudut kota yang riuh rendah kuselipkan namamu pada bisikan. di
-
Puisi: Di Taman Aloska
Sajak Mahesa Asah* Pemuka Doa “Bismillahi takdir qadar menguntai” Lafadz sesejak udara berdenyut dalam nadi Tiada hitung. Tiada ukur Tiada batas. Tiada tukar Tuhan pun ridha menyisip harap Ditiap ucap “Ya Habibati Aisyah Ya Habibati Aisyah” Kunag-kunang penjar cahayanya Terbang, dari sudut paling gelap Titik hati terdalam Menagalahkan pijar lentera sebagai Hangat
-
Puisi: Puing Hampa
‘Hahaha’ Telah ‘Hihihi’ : Mahadir Mohammed Cintaku itu sederhana Jika aku tidak mampu membuatmu jatuh cinta Cukup hanya dengan membuatmu tertawa Dan aku tidak akan: “Hahaha” Justru akan: “Hihihihi” Sembari mengelap air mata di pipi Kamu adalah patah hati yang tak pernah aku sesali –Gubuk Sepi, 04/08/2021
-
Puisi: Malam Kota Stabat
freepik Selamat Malam, Kesayangan Malam minggu di tengah candu yang kelabu Kau dan aku menikmati gelap malam Di atas bintang-bintang gemerlapan Kau berada di rumah, aku juga Kala itu aku mengirimimu pesan dari whatsapp Pesan itu berisi ucapan selamat malam Dengan embel-embel bahasa kemesraan Sedikit bumbu romantis Langkat, 2021
-
Puisi: Amsal Sunyi
freepik Puisi-Puisi Agus Widiey Sunyi di Tubuh Rindu Temali jarak yang kita ikatkan pada sajak Merupakan kerinduan yang tak kunjung beranjak Dan engkau akan mengerti Bahwa sunyi hanyalah amsal Yang datang menyapa hayal Barangkali, kegelisahan yang bertalu-talu Adalah bukti kerinduanku Setelah lama kita menunggu Menunggu takdir untuk bertemu Setelah kepergianmu,
-
Puisi: Malam Minggu
freepik Pesan belakangan kita pun tahu ini genggam makin renggang kutahu penyebabnya adalah ketidakpastian yang semakin pasti. penjarak-jauhan yang semakin jauh. percakapan yang semakin runyam. kutahu hatimu terbuat dari serentetan notifikasi panjang dan tak putus oleh ribuan pesan-pesan. namun kepalaku adalah ruang 3t: terluar, tertinggal, terbelakang. pelik memang, seperti jerawat yang
-
Puisi: Terbiasa
freepik Ingatan Masa Kecil Masih kuingat dengan jelas, wajah-wajah lugu tanpa dosa Aku, kakak dan abang Aku suka mengikuti Ibu memetik cabai Langkah-langkah kecilku kerapkali tertinggal darinya Masih kuingat dengan jelas, Ayah membajak sawah dengan kerbau Butiran peluh membanjiri wajahnya yang mulai keriput Bermandi keringat dalam mencari sesuap nasi Masih kuingat dengan
-
Puisi: Kepada yang Selalu Aku Nanti Kabarnya
PUISI-PUISI FARIS AL-FARISI SEBENTAR LAGI ANNUQAYAH Di sini, aku adalah kita Yang saling menukar rasa Pada kelembutan sutra keluarga Dari serabut benang rapuh Hingga tersulam kedamaian teduh. Anak-anak berlari Mengejar bahagianya sendiri Sesekali menyapaku lewat candanya Lalu mengundang tawa dengan sengaja. Di tanah ini aku menyecap sari kebersamaan Dengan menghadirkan