Kategori: Puisi
-
Puisi Bahasa Madura: GHÂR-PAGHÂR
Puisi Bahasa Madura “GHÂR-PAGHÂR” Oleh: FendiFebri Purnama BINTAOS Bintaos mon nèmbhârâ’ biraos Paka’ èlang èyorap ngaèl ngakarothos Sè bincè ta’ ènthos Sè moljâ rabeng os-maos Ghettana ta’ kennèng bisaos Alonca’ ka momos Bintaos apopos Nèmor pajhât panassa ngokos Sè moljâ mèyos Sè angaop èpamaèn eccos Abuntè’ èbhesbhessâ toros Bintaos bighina ngabbher ghân saratos…
-
Puisi: Percaya
Puisi-Puisi Atika Rohmawati TOKOH FAVORIT Jangan Khawatir Kamu akan tetap jadi tokoh favoritku Tokoh istimewa yang sebanyak apapun aku menulis cerita yang lain Tetep ngga ada yang bisa gantiin kamu TANYA Karena tak ada yang bertanya mengapa Maka tak akan ada karena Sebab dari awal,saya tidak pernah mengijinkan…
-
Puisi: Angin Misterius
Puisi-Puisi Nida Nur Fadillah Memarkir Resah Di dalam labirin Seorang gadis memikul pasrah Di kepalanya tinggal bermacam resah Pada suatu waktu Malam memarkirkan resahnya Kepada ibu Yang menatap entah Subang, 2021 Menjelma Kerinduan Di jantung bayang Pohon-pohon tua sudah lelap Maka kupintal nasibku diam-diam Dibawa ke armada…
-
Puisi: Mailaikat Berbisik
Tuhan baik-baik saja “Aku harus selalu kau butuhkan” “Senantiasa kau ingat-ingat” “Mesti kau jadikan yang spesial” Kurang lebih begitu kata Tuhan berulang-ulang Namun dini hari Yang selalu dibutuhkan manusia adalah uang Yang senantiasa diingat adalah hasrat dan hutang Yang spesial adalah cintanya di dunia, kekasih itu Bukan barang kali lagi, tapi…
-
Puisi: Sekeping Sunyi
Puisi- PUISI REJENG POPULI Angin Malam Andai aku bisa bernyanyi Kan ku nyanyikan sebuah puisi Bait-bait indah menjadi ganti Kata cinta yang bersulam indah Burung yang terbang pasti ku halangi Untuk meminta pesan rinduku disampaikan Lewat si burung yang terbang berkawan Agar rindu ini bisa tersampaikan Duhai angin yang bertiup…
-
Puisi: Alkisah Mawar Berdarah
freepik PUISI-PUISI Nuriel Haramain* Ajari Aku Cara Bersyukur Tuhan, Ajari aku cara bersyukur Dari segala harap yang purna Dan duka yang masih kueja Tuhan, Ajari aku cara bersyukur dari segala rupa warna cerita Yang belum sempat kuberi nama Tuhan, Ajari aku cara bersyukur Tentang segala yang tersemoga Dari sujudku yang…
-
Puisi: Minggu Pagi di Ruang Depan
freepik Puisi-Puisi Servasius Hayon* KEMUNGKINAN Kau adalah maklumat yang memungkinkanku gagal beristirahat. Pernyataan sering menjadi ketidakpastian. Yang pasti hanya satu. Besok aku akan bersembunyi dari pikiranmu. 2021 BATAS Malam segera tiba. Tampak seperti siang saja. Aku jadi ingin tidur siang ketika waktu beranjak pukul enam. Batas…
-
Puisi: Kampung Halaman
Puisi MH. Dzulkarnain* Celoteh Anak Petani aku anak seorang petani gemar mereka-reka terik matahari sawah, palung kolam, pohonan jati dan sungai berdinding semak-semak duri adalah cikal-bakal kaum petani jemari-jemari kami enggan sugkar dari bersih buat apa bersih, jika bersih pun tak tentu suci tubuh kami telah dan selamanya akan bersih; bersih…
-
Puisi: Wonokromo, Cinta, dan Masa Lalu
Sayur Hijau ada yang mendesau kala jangkrikku menemukan sayur hijau di atas pot kerajinan kantung matamu. ah, pagi ini tubuhku tak ubah terlafal benar syahdu nada dendang krik-krik yang gelisah. Wonokromo, Cinta, dan Masa Lalu di sudut kota yang riuh rendah kuselipkan namamu pada bisikan. di…
-
Puisi: Di Taman Aloska
Sajak Mahesa Asah* Pemuka Doa “Bismillahi takdir qadar menguntai” Lafadz sesejak udara berdenyut dalam nadi Tiada hitung. Tiada ukur Tiada batas. Tiada tukar Tuhan pun ridha menyisip harap Ditiap ucap “Ya Habibati Aisyah Ya Habibati Aisyah” Kunag-kunang penjar cahayanya Terbang, dari sudut paling gelap Titik hati terdalam Menagalahkan pijar lentera sebagai Hangat…