Kanuragan Kelambu dan Puisi Lainnya

Puisi-puisi Muhammad Sholeh Arshatta

​KANURAGAN KELAMBU

​jika suaraku sedikit limbung biarlah ia meluruskan jalan
sebab aku tak ingin lagi kalem memeram ilmu di balik kelambu
membiarkan seluruh kanuragan hanya berhenti di ujung kuku

aku enggan menua diburu sesal
manusia dengan “banyak mau” namun kikir menebar bantu
​alangkah malunya jiwa “bergaji rugi”
memiliki tabungan di kepala namun bangkrut amal nyata

​maka berbagi
meski terkadang jenuh mengepung sendi
adalah caraku menggantung niat di langit-langit bakti
solusi kecil bagi riuh maslahat
agar hidup tak sekadar habis iblis untuk mengeja satu ayat
melainkan jelma wasilah
bagi ribuan manfaat

Rengat, 29 Maret ​2026

DIKELILINGI ALIEN

​kita yang kecil
atau mungkin terlalu bebal
untuk menangkap gambar-gambar vulgar
di udara

adalah mata terlampau kasar
untuk melihat tari-tarian ganjil tak terbaca jasat
padahal di sekeliling
mereka bertingkah sesuka Hasrat
merayapi pori
menghuni cangkir
hingga bersarang di mimpi

​adalah tamu yang tak pernah mengetuk pintu
asing yang lebih akrab dari detak jantung sendiri
kita menyebut diri penguasa ruang
padahal kita hanyalah inang bagi jutaan kehidupan
yang tak butuh izin untuk sekadar ada dan berlipat ganda

​maka jangan terlalu jemawa pada apa tersurat
sebab realitas paling nyata
justru sedang bersembunyi dari retina

Rengat Barat, 2 April ​2026

DE JAVU

cermin memantulkan bayang diri
barangkali hanya simulasi eror semata
sepersis glitch martrix memahat diri pada lukisan ilusi
kita menjalani fase sekian kali
adalah bug dunia nyata yang pernah terjadi
berulang kali

Belilas, 3 April 2026

Penulis

  • Muhammad Sholeh Arshatta adalah nama pena dari nama asli Muhammad Sholeh, S.Si. Lahir di Sialang Panjang, Tembilahan Hulu, 04 Desember 1995. Menamatkan S1 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau pada tahun 2018, dan sedang S2 Psikologi di UIO University. Saat ini, penulis berprofesi sebagai Tenaga Kesehatan (Medical Delegate – Nestlé Nutrition Child and Dairy) di perusahaan Nestlé Indonesia, berdomisili di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Semangatnya berliterasi membawanya menjuarai berbagai event di antaranya juara 1 Anugerah COMPETER Indonesia 2023, Juara 1 Asqa Book Award 2024, Juara 1 Kutipan Festival Menulis Ellunar IX, Juara Favorit GERIMIS30HARI 2025, Juara Umum Gelora Teater Riau 2025, terpilih sebagai Emerging Writers Festival 2025 dan masih banyak lagi.

    ​​Tergabung dan besar di COMPETER INDONESIA (CI) sejak 2016 membuatnya bertemu banyak wajah dari berbagai belahan dunia. Hingga saat ini, ia aktif mengikuti berbagai lomba, seminar online, event sastra, bahkan beberapa kali menjadi pemateri dalam seminar baik offline maupun online. Hingga pada Agustus 2023, ia diamanahkan sebagai asisten promotor sekaligus mentor Asqa Imagination School (AIS) bersama Muhammad Asqalani eNeSTe dan tim mentor lainnya hingga saat ini.

    Tulisan-tulisannya tergabung dalam puluhan buku Antologi bersama. Buku solo pertama berupa antologi puisi berjudul Kepingan Renjana Matamu terbit pada tahun 2023. Sebuah novelet kolaborasi Saut, Pelakon Ibadah Tawa terbit 2024. Sebuah novel berjudul Arok Tan Lika Liku Menjemput Surga terbit Mei 2024. Solo Puisi terbaru Kapankah Matamu Kemarau.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen Fahrul Rozi

Cerpen: Marsinah

Agus Hiplunudin Apacapa Feminis

Environmentalisme dan Eksistensi Kaum Feminis

Puisi

Pelabuhan Jangkar dan Puisi Lainnya

Cerpen Haikal Faqih

Cerpen: Hijrah

Fendy Sa’is Nayogi

Memahami Pepatah Madura: Gherrâ Ta’ Bisa Èangghuy Pèkolan, Lemmes Ta’ Bisa Èangghuy Panalèan

Advertorial Tips/Trik

Jaga Kesehatan Tubuh dengan Mencegah Penyakit Sistem Pencernaan

Apacapa Rahman Kamal

Petani itu Pekerjaan Paling Enak di Dunia, Tapi Kenapa Gak Diminati Gen Z?

Agus Hiplunudin Apacapa Esai Feminis

Sudut Pandang Marketing Politik; 30 Persen Keterwakilan Perempuan Dalam Parlemen Antara Harapan dan Kenyataan di Pileg 2019

Apacapa

Muscab DPC PKB Situbondo Angkat Tema Partai Advokasi

Apacapa Opini Sholikhin Mubarok

Ideologi dan Pandangan

Apacapa Soekaryo

Ramadan: Momen Titik Bangun Literasi

Musik Ulas

Lagu Berbahasa Rinengga: Peleburan Masa Kini dan Masa Silam

Buku Muhamad Bintang Resensi Ulas

Resensi: Pahlawan Nasional KH. Noer Alie (Singa Karawang Bekasi)

A. Zainul Kholil Rz Buku Resensi Ulas

Resensi: Muhammad Sang Revolusioner

Apacapa Nanik Puji Astutik

Mencari Teman Hidup

Ahmad Zaidi Apacapa Esai

Puthut Ea, Komunitas dan Hutang yang Dilunasi

Cerpen

Bocah itu Bernama Laut

Buku Ulas

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu dan Badai Kenangan

Mored Puisi Silvana Farhani

Puisi Mored: Sabit Hingga Purnama

Ilham Wiji Pradana Puisi

Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana: Rumah Pak RT