Resensi Buku Pohon Kesayangan Daru


Kisah Daru dan Pohon Kesayangan
Oleh : M Ivan Aulia Rokhman
Pohon Kesayangan Daru merupakan kumpulan dongeng yang
menceritakan tentang Daru yang kesehariannya memeluk pohon yang menjadikan
sahabat terbaik. Dari isi tulisan begitu pendek tapi bisa mengambil gambaran
dari isi cerita tersebut. Rata-rata buku kumpulan dongeng tersebut itu berisi
cerita begitu singkat bercampur ilustrasi yang menarik bagi si kecil. Tujuan
dari membaca dongeng dari Daru dan Pohon Kesayangan adalah bagaimana menguatkan
cinta alam terhadap sesama. Saat ini pohon yang telah tumbuh hampir tiap
kejadian selalu datangnya kebakaran. Melalui alur cerita dalam dongeng tersebut
membuat pembaca pada sejak dini bisa menangkap pesan yang disampaikan terhadap
cerita.
Cerita ini diawali dengan pohon sawo kecik ini adalah
pohon kesayangan Daru. Pohon yang ditumbuhi Daru biasanya menikmati sensasi
baik dari berayun, membaca di dalam pohon, maupun menyelidik dari atas pohon.
Daru ini baru dikenali pohon ketika memahami cinta alam yang dilestarikan pada
lingkungan. Daru sangat disukai aktivitas yang tak bisa dipisahkan.
Kata Ayah, sebuah rumah akan berdiri di kebun ini. Pohon
sawo kecik harus dipindah. Ayah Daru berencana membangun sebuah rumah yang
letak pada kebun yang menjadi nafkah Ayah. Tetapi sangat khawatir jika pohon
milik Daru akan ditebang. Kecintaan pohon yang ditemani Daru terlalu sedih
nantinya jika sewaktu-waktu seseorang hendak menebang pohon tanpa sepengetahuan
Daru.
Jika tetap di sini, pohon itu akan ditebang. Ah, itu
menyedihkan. Daru tak ingin memikirkan. Seu
mpama bila pohon berdiam di sini seolah-olah akan ditebang
paksa oleh orang lain. Ia tak bisa memikirkan sama sekali jika pohon kesayangan
hampir ditinggal. Truk datang menghampiri pohon Daru akan memunculkan reaksi
kaget oleh Daru. Ia rela menebangi pohon untuk membangun Rumah yang diharapkan
Ayah.
Apakah mereka akan mengambil pohon Daru? Tidak ada yang
boleh mengambil pohon Daru. Jadi tidak ada seorang pun yang mengambil pohon
Daru karena melindungi kecintaan pada pohon. Tidak lama lagi truk ini mengambil
pohon milik Daru yang membuat reaksi Daru semakin histeri. Pohon sawo kecik
harus di sini! Pohon ini teman Daru. Si penebang pohon berusaha menegur Daru
terhadap pohon yang akan ditebang. Ia menolak pohon Daru karena dianggap pohon
Daru adalah sahabat setia. Tidak mau berpikir panjang si penebang akan menarik
paksa Daru dan dilempar pada tempat lain. 
Namun, mereka tetap mengambil pohon Daru. Pohon sawo milik Daru telah
tebang. Daru mulai menangis atas berpisahnya pohon sambil mendampingi Ayahnya.
Ayah mengajak Daru menanam pohon baru. Namun, Daru tahu pohon tak tumbuh
secepat itu. Ia sadar pohon yang ditanam tak bertumbuh secepat itu. Namun pohon
tumbuh itu perlu menunggu beberapa bulan demi tumbuhnya pohon semakin tinggi
dan bercabang.
Kini, pohon sawo kecik telah berada jauh darinya. Hari
demi hari Daru merindukan pohonnya. Sangat disayangi pasca tebangnya pohon Daru
masih mengisahkan kerinduan yang amat dalam. Ayah mengajak Daru ke Taman Kota.
Betapa bahagianya ia berjalan-jalan ke sebuah taman kota untuk berjumpa dengan
pohon yang jumpai di sekitar kota. Itulah pohon Daru menjadi keseruan anak-anak
untuk menikmati sensasi di taman kota. Daru menatap pohonnya, juga anak-anak
yang gembira. Setiap saat ia akan menjaga alam lestari. Pohon sawo kecik tampak
gagah. Akhirnya Daru sudah nafas lega kembali terhadap Pohon yang dicintai.
Taman menjadi lebih indah. ini tempat tinggal terbaik untuk pohonnya. Daru bisa
mendatanginya kapan saja. Nikmati suasana di dalam pohon dengan setulus hati.
Sampai kapan pun, pohon itu tetap menjadi pohon kesayangan Daru. Hikmah yang
dapat diambil adalah sebagai pencinta alam harus melestarikan dan melindungi
pohon dari bahayanya bencana alam. Oleh karena itu tanam pohon sejak kecil dan
pohon sebagai paru-paru dunia. 
Info Buku
Judul Buku : Pohon Kesayangan Daru
Penulis : Yuniar Khairani & Mira Widhayati
Penerbit : Kanisus
Cetakan  : I, 2017
Tebal : 24 Halaman
ISBN : 978-979-21-5154-1
Biodata Penulis
M
Ivan Aulia Rokhman,
Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Dr Soetomo Surabaya
.
Lahir di Jember, 21 April 1996.
Lelaki berkebutuhan khusus ini meraih anugerah “Resensi / Kritik Karya
Terpuji” pada Pena Awards FLP Sedunia. Saat ini menjabat di Devisi Kaderisasi
FLP Surabaya dan Anggota UKKI Unitomo.
Nomor Telp/WA : 083830696435
Email
: rokhmansyahdika@gmail.com
Facebook
: M Ivan Aulia Rokhman
Alamat
Korespondensi : Jalan Klampis Ngasem VI/06-B, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur,
60117

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi Sinta Nuria

Puisi: Mailaikat Berbisik

Apacapa

Hal-hal yang Dibicarakan Sepasang Suami Istri Setiap Hari

Ahmad Zaidi Cerpen

Cerpen: Peristiwa Menjelang Pemilu Karya Ahmad Zaidi

BJ. Akid Puisi

Ayat-Ayat Luka dan Puisi Lainnya Karya BJ. Akid

Banang Merah Cerpen

Prosa Mini : Monolog Seorang Kekasih Karya Banang Merah

Apacapa

Nasè’ Soḍu: Lagu Dangdut yang Lahir dari Dapur, Bukan Panggung

Apacapa Mored Vania Callista Artanti

Curhat: Pak Menteri, Kami Jenuh!

Cerpen Syarif Nurullah

Cerpen: Bagaimana Cara Kita Berkenalan?

Apacapa

Harjakasi Nasibmu Kini

Apacapa T. Rahman Al Habsyi

Menjadi Hamba: Membesarkan Allah, Mengerdilkan Diri

Puisi Zulhan Nurhathif

Puisi-puisi Zulhan Nurhathif: Tentang Saat Ini

Buku Dani Alifian Resensi Ulas

Ulas Buku: Bahasa Sub Struktur Kekuasaan

Cerpen Yuditeha

Cerpen: Berhenti Bekerja

Agus Yulianto Cerpen

Cerpen : Cinta Semusim Karya Agus Yulians

Apacapa Opini Sholikhin Mubarok

Ideologi dan Pandangan

Ahmad Radhitya Alam Cerpen

Ritual Kopi dan Mua’llaqat dan Microsoft Word dan Kiai Agus dan Menyendiri

ebook

Ebook: Lovember

Apacapa

Kayumas Bersastra: Menjadi Tua yang Menyenangkan

Imam Suwandi Puisi

Puisi – Subuh yang Terjarah

Puisi

Puisi Maryatul Kuptiah: Di Sudut Kota