Bulan: Mei 2020
-
Puisi Mored: Di Ujung Senja yang Abadi
Oleh: Alif Diska* Pengasih dan Penyayang Manusia seperdetik seperti rintik hujan tanpa titik Meramu hari dengan antologi dan persepsi sendiri-sendiri tentang masa kini Berbekas dan tercatat atas segala hak yang ditindas dan semena-mena tanpa batas oleh pihak atas Kita, kaum terpelajar harus menuntut diri untuk menjadi sosok penyelamat bagi kaum yang beradab Mengerahkan segala hal…
-
Yang Menghantui Perbukuan Kita
Oleh: Erha Pamungkas* Membaca sejatinya adalah kerja purba. Sejak manusia ada, kegiatan membaca niscaya juga telah dilakukan. Mulanya membaca alam, lingkungan, dan hingga kini makna membaca berangsur-angsur tereduksi menjadi sekadar membaca teks. Membaca teks pun menjadi persoalan, setidaknya di negara kita. Dalam bentuk terumumnya (buku), minat membaca kita nyaris tersungkur—atau bahkan telah tersungkur. Pada 2019 UNESCO…
-
Puisi: Undangan Baru untuk Kekasih Lama
Di Bawah Bulan Aku berada di bawah bulan. Di atas bangku taman. Menikmati pemandangan kapal-kapal sebelum di pelabuhan Mencicipi dinginnya angin pantai Menghirup udara kesepian Lalu menelan beban-beban sebelum malam. “katanya ia ingin datang” Aku masih menunggu di bawah bulan. Di atas kursi taman. Dan di samping bayang pohon besar. Ia pandai dalam berkenalan. Ia…
-
Cerpen: Siklus Selotirto
Oleh: Wilda Zakiyah Sebuah perjalanan di pagi-pagi buta, sepasang lelaki dan perempuan menyusuri perkebunan karet dan pohon jati. Tak ada yang berbeda dari sepasang kekasih itu selain kemesraan yang seolah ingin membuat sekeliling cemburu. Sesekali terdengar pohon dan semak-semak berbisik, membicarakan mereka. Jalanan bebatu dan terjal, ada sisa air embun yang masih menempel di daun-daun,…