Tahun: 2023

  • Cerpen: Biru

    Oleh: Aldi Rijansah Langit begitu biru dan burung-burung terbang di langit yang begitu cerah tanpa perlu memusingkan tentang apa yang tengah terjadi di bawah bumi sana, di antara para manusia yang egois dan saling menyingkirkan satu sama lain. Dan di sanalah kamu, seorang gadis bergaun biru, yang birunya serupa warna langit itu sendiri. Berbaring kaku

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Rizal Kurniawan: Ibu Kota Baru Suatu Pagi

      Ibu kota Baru suatu Pagi   ibu kota baru suatu pagi adalah pesan yang harus diantar segera ke desa-desa kecil kalimantan kita masih boleh memilih: melajukan mobil pajero ke palangkaraya utara atau menaiki rental astrea untuk sejenak bermain dengan dayak-dayak kecil yang tak sekolah   hanya hujan yang dapat menemani badan perencanaan pembangunan nasional

    selengkapnya…

  • Bang Zul Ajak OJK dan BI Berdayakan UMKM di Situbondo

    Selasa (28/2), Zulfikar Arse Sadikin, S.IP., M.Si Anggota Komisi XI DPR RI hadir dalam acara Sosialisai Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong UMKM di Kabupaten Situbondo.  Pada acara yang berlangsung di Hotel Lotus Ballroom, Panji, Situbondo, Bang Zul hadir untuk memberikan pengantar yang berkaitan tugasnya di Komisi XI. Menurut Bang Zul, OJK merupakan salah satu mitra

    selengkapnya…

  • Investasi dan Hal-Hal yang Perlu Direnungkan Kembali

    Oleh Akhmad Idris Investasi kini tak hanya digeluti oleh orang-orang yang berusia matang, sebab banyak anak-anak ‘setengah matang’ yang juga mulai menjajal dunia saham maupun kripto. Hal ini bukanlah hal yang salah. Hanya saja, investasi bukan sesuatu yang dipilih untuk mengikuti trend semata, tetapi sebagai bagian rencana jangka panjang manusia. Selaras dengan hakikat dari investasi

    selengkapnya…

  • Resensi: Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam

      Judul buku  : Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Pengarang  : Dian Purnomo Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : Cetakan I, November 2020 Jumlah halaman : 320 halaman Resensi oleh: Kriselda Dwi Ghisela   Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan tradisi karena terbentuk dari berbagai pulau

    selengkapnya…

  • Malam ini Milik Kita Berdua

    Tak perlu pinjam uang ke bank untuk berbunga-bunga, mengingat dia saja sudah membuat hati berbunga-bunga apalagi bisa menikahinya. Oleh: Ahmad Zainul Hamli Di penghujung tahun 2022, saya memberanikan diri untuk melamar sosok perempuan, Cici nama panggilannya. *** Awalnya saya hanya mengenal kakak perempuannya. Kebetulan satu sekolah di SMP dulu. Itu pun tidak sekelas, hanya sebatas

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi M Firdaus Rahmatullah: Dermaga Panarukan

      Di Dermaga Panarukan   setiap kucatat dukamu di langit-langit puisi ada yang tak tersisa dari kisah esok hari sebuah titik yang hendak menjadi koma pernah singgah di bibir dermaga mengumpulkan remah ketulusan samar-samar di bawah lampu temaram   tapi diam-diam kita tersesat di balik perahu-perahu nelayan yang ditambatkan setengah hati setengah kesadaran ikan-ikan menggelepar

    selengkapnya…

  • Jejak Dua Pemuda: Rio Prayogo dan Mohammad Farhan

    Rintik hujan belum usai. Di siang itu sempat terpikirkan pada seorang gadis, tapi itu bertahan sebentar. Saya lelaki yang tidak mudah terbawa arus lamunan seperti kawan saya, Luay.   Pikiran saya segera terganti dengan sebuah pertanyaan yang memaksa sejenak untuk memikirkan. Apakah seseorang bisa bernasib sama dengan orang lain atau sedikit bisa menyerupai proses dan

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Agus Widiey

    Bayang-Bayang Dalam Sembahyang   ada yang membayang dalam sembahyang seperti ingin sekali menikam tentram hatiku yang pualam   barangkali, bayang-bayang itu memburu sebab cemburu hingga kata patah dari lidahku  ; tak mampu membersihkan najis nafsu yang kesekian   ada yang membayang dalam sembahyang melubangi ingatan melukai harapan   bayang-bayang itu membeludak dan memperbudak diriku sebab

    selengkapnya…

  • Cerpen: Apakah Rumah Perlu Dikosongkan?

    Oleh: Alif Febriyantoro Malam larut dengan gerimis yang biasa. Tetapi di dalam kepalamu, rintik-rintik itu menjelma menjadi jarum-jarum yang menusuk otakmu. Selama perjalanan pulang, tatapanmu kosong dan pikiranmu berlarian ke mana-mana; penjualan buku yang menurun, mesin cetak yang rusak, harga kertas naik, dan notifikasi terakhir pada layar ponselmu: apakah rumah perlu dikosongkan? Kemudian kau membayangkan

    selengkapnya…