Kenapa Kaos Orens Tidak Dibagikan Gratis? Malah Dijual. Ini alasannya.

 

Penulis: Dimas Ferdiansyah*

Banyak teman saya bertanya begini:

“Kenapa kaos orens patennang tidak ada pembagian secara gratis, kok malah dijual?”

“Mas Rio kan mau mencalonkan diri sebagai Bupati Situbondo. Biasanya kan ada pembagian kaos. Sebelah itu sudah lama ada pembagian kaos dan siapapun diberi kaos asal mau memakainya”

“Mas Rio ini bagaimana, teman saya sudah menjadi tim Mas Rio, tapi sampai sekarang belum pernah diberi kaos. Apa Mas Rio tidak punya uang untuk membelikan kaos?”

“Saya berkali-kali menghubungi teman yang dekat dengan Mas Rio. Saya minta kaos orens. Eh malah disuruh ke Roxy, disuruh beli sendiri. Saya boleh pilih lengan panjang atau pendek, tetapi suruh beli sendiri. Bagaimana ini maksudnya bro?”

“Minggu lalu saya ke KDS mencari kaos orens yang ada tulisan Patennangnya. Tetapi tidak ada. Bagaimana saya bisa diketahui sebagai pendukung Mas Rio kalau kaos orensnya polosan tanpa tulisan Patennang?”

Begini penjelasan teman saya yang sedikit tahu tentang Gerakan Patennang yang masif betul itu.

Mas Rio memang sengaja tidak membuat dan tidak membagikan kaos orens kepada masyarakat. Tim saja, tidak ada yang diberi kaos orens oleh Mas Rio. Mereka yang mungkin kamu lihat menggunakan kaos orens, itu bukan karena diberi Mas Rio. Tetapi mereka membeli di toko baju di sekitar tempat tinggal mereka. 

Makanya warna orens yang dipakai tidak seragam. Ada yang orens agak gelap, orens cerah, orens muda, orens tua, kadang ada yang orens tetapi dominan warna merah. Itu tanda bahwa mereka yang menggunakan kaos orens tidak ada yang diberi secara gratis oleh Mas Rio.

Memang betul Mas Rio mau ynalon bupati. Tetapi cara yang dipakai Mas Rio ini tidak seperti calon calon pada umumnya. Visi utama Mas Rio adalah Situbondo Naik Kelas. 

Banyak yang tanya, seperti apa bentuk Situbondo naik kelas. Ya salah satu contohnya soal kaos orens ini. Siapa coba yang akan membayangkan peserta jalan sehat 28 Juli kemarin membludak seperti itu.

Menurut catatan Panitia, peserta yang mengikuti jalan sehat kurang lebih 78 ribu orang setelah menghitung jumlah kupon yang terkumpul. Hampir seluruhnya menggunakan kaos warna orens. Tetapi itu tidak mereka dapatkan dari Mas Rio maupun dari Tim Patennang. Lalu dari mana mereka memperoleh kaos orens?

Menurut cerita salah seorang anak muda dari Sumberanyar, Banyuputih. Ia bersama kelima temannya keliling dari Sukorejo hingga KDS mencari kaos warna orens. Hanya memperoleh 3 kaos. Itupun ada campuran warna lain. 

Mencari yang benar-benar orens sudah tidak kebagian. Kaos orens banyak diborong orang-orang yang katanya ngefans banget sama Mas Rio.

Itu artinya Mas Rio sukses membuktikan visinya membuat Situbondo Naik Kelas, membuat UMKM naik kelas. 

Coba analisis secara matematis perputaran ekonomi yang tumbuh dari efek kaos orens yang tidak diberikan secara gratis itu.

Harga beli kaos yang bahannya paling jelek sekitar 30 ribu rupiah, yang kualitas lumayan bagus bisa dengan harga 100 ribu. Kita ambil tengah saja, misal harganya rata-rata 50 ribu. Maka uang yang berputar menjelang kegiatan jalan sehat adalah sebesar 3,9 Milliar Rupiah. Angka yang cukup fantastis. 

Siapa yang menikmati pertumbuhan itu, ya UMKM yang ada di Situbondo. Sebut saja yang sering muncul di tiktok ada Yazid IP Freedom, Bogembo Sablon, Denish, Ateena Grup atau pengusaha kaos lainnya yang tidak kita ketahui namanya. 

Lain lagi pengrajin sablon yang banyak menerima orderan tulisan Patennang, tulisan Mas Rio Bupati 2024, tulisan unik seperti kalimat “Korban Bapak Dhuka”, “Tim Hore Anti Hero”, “2024 Ganti Bupati”, “Koceng Pasar”, “Ghente Sengode”, “Tak congocoah ak co’ ngeco’ah” dan banyak lagi kata kata lainnya yang cukup unik. 

Mas Rio telah menjadi virus orens di Situbondo. Di tengah larangan keras menggunakan baju atau atribut warna orenz oleh penguasa, antusias masyarakat untuk menggunakan atribut orens justru semakin tinggi. Berdampak terhadap permintaan pasar untuk kaos dan atribut berwarna orens semakin meningkat. 

Selain menjamin kesejahteraan masyarakat, pemimpin yang baik juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mas Rio membuktikan itu dengan membangun mental (mindset) masyarakat yang biasa menunggu untuk disantuni menjadi masyarakat yang mau memperoleh apa yang diinginkan dengan usaha sendiri. 

Pemerintah yang baik tidak cukup hanya memanjakan masyarakat dengan bagi- bagi sembako menjelang pilkada, tetapi mereka harus hadir menfasilitasi masyarakat meningkatkan kesejahteraanya.

Jika pekerjaan pemerintah hanya menghabiskan APBD dengan modus bagi-bagi sembako sambil foto dan video lalu dimasukkan ke medsos seolah-olah dermawan, katak yang tak pernah sekolahpun bisa melakukan hal itu.

Jika APBD digunakan untuk membangun citra satu orang hanya karena ingin terpilih kembali, untuk apa capek-capek ada kades dan RT. Mending tidur saja mereka, toh keberadaannya hampir sama dengan ketidakadaannya! 

Gimana sampai di sini ada pertanyaan lagi? Hehe..

____

*) Penulis adalah Fans Mas Rio garis akal sehat

Editor: Hans.

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen Iffah Nurul Hidayah Mored Moret

Cerpen Mored: Percaya

Buku Edo Arnanda Ulas

Resensi: Lord of the Flies

Cerpen

Bocah itu Bernama Laut

Agus Hiplunudin Buku Ulas

Filsafat Politik Plato dan Aristoteles

Puisi Syukron MS

Puisi: Wonokromo, Cinta, dan Masa Lalu

Agus Hiplunudin Cerpen

Cerpen : Kesucian Karya Agus Hiplunudin

Buku M Ivan Aulia Rokhman Ulas

Nabi Muhammad dan Menguatkan Ideologi Islam

Puisi Raeditya Andung Susanto Sastra Minggu

Puisi: Sabda Hujan

Apacapa

Mencari Keroncong di Situbondo

Buku M Ivan Aulia Rokhman Ulas

Menyuburkan Dakwah Islam di Amerika Melalui Novel

Apacapa Review Film

Ketika Obat Jadi Alat Persekongkolan Menkes, Dokter, dan Pengusaha

Dani Alifian Puisi

Puisi: Tamadun Semu

Puisi Syukron MS

Puisi: Malam Minggu

Apacapa Esai Fendy Sa’is Nayogi

Jangan Dilupakan, Folklor Sebagai Media Membentuk Karakter Bangsa

Buku Ulas

Senyum Karyamin: Perihal Kesederhanaan

Ika Wulandari Ngaleleng

Panduman, Membuatku Jatuh Cinta Pedalaman

Cerpen

Cerpen : Dua Anak Kecil yang Menyeberang

Agus Hiplunudin Apacapa Esai

Merajut Kembali Keindonesiaan Kita Melalui Gotong Royong di Era Millennials

Puisi

Sepotong Lagu dari Dapur dan Puisi lainnya

Cerpen Gusti Trisno

Cerpen – Joe dan Dua Orang Gila