Dalam sujudku kuserahkan beban pikiranku pada bumi milik Tuhanku
Kubebaskan waktuku
Kunikmati ruang dan waktu
Melepaskan diri sejenak dari penjara dunia Kupasrahkan segala ketidaktahuanku.
Ah, mereka terus berbicara tentang Tuhan, tetapi nasib sendiri tak mereka ketahui. Hari esok pun tak mereka pahami, bahkan mereka tak mengetahui
apa yang bersemayam
di dalam tubuh mereka sendiri.
Rasul pun bersujud tatkala Isra’ Mikraj
Tak mampu menatap Tuhan
Tak mampu menjelaskan Tuhan
Hanya Tuhan yang Maha Mengetahui.
Dalam sujudku kupahami bahwa aku tak paham. Kuketahui bahwa aku tak mengetahui. Yang kukenali hanyalah kuasa Tuhanku.
Sebab aku tak mengetahui apa yang mengalir dalam nadiku, di dalam tubuhku sendiri. Mungkin keberkahan yang sejak awal dilimpahkan, mungkin pula duka yang tak dapat dicegah.
Tubuh ini fana, menyala hanya sementara. Kadang kukenali arahnya, kadang tak terkendali.
Tubuh tempat reaksi kimiawi, tempat hukum-hukum biologi,
Hanya penjara duniawi, wadah anasir rahasia yang bergerak tanpa suara.
Maka sujudlah
Karena kita tidak mengetahui. Karena kita belum mengenali diri kita sendiri.
Karena Tuhan memberi batas pada segala indera.
Sebab kepala terlalu pongah bila terus tegak menengadah, seolah mengetahui segalanya.
seolah mereka pusat orbit dunia
Ah, kita semua adalah debu
Ya, kita semua debu
Debu yang mengorbit pusat semesta.
Sujudlah sebelum takdir mengejutkanmu, sebelum Tuhan mengambil milik-Nya.
Dirimu bukan milikmu, duniamu bukan milikmu. Segalanya akan kembali kepada Tuhan.
Sujudlah,
Karena kita tidak mengetahui Karena yang mengetahui segala arus yang tak pernah kita ketahui hanyalah Tuhan di Multi Dimensi.
Ahmad Sufiaturrahman adalah penulis dan editor buku dari Situbondo. Cerpennya yang berjudul Tidak Ada Surga Bagi Manusia memenangkan juara Lomba Cerpen Eksperimental Basabasi. Saat ini masih aktif menjadi penulis dan editor buku fiksi dan non fiksi, beberapa adalah buku Antologi Puisi Festival Perasaan: Pelaminan Aksara yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Republik Indonesia (Penerbit Afanin Media Utama). Dan editor buku akademik Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2025 Tema: Budaya, Teknologi Digital, dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran: Peluang dan Tantangan (Penerbit Afanin Media Utama).
Karya yang pernah dihasilkan:
Novel Komik, Hantu di Museum, DAR! Mizan
Novel Anak, Kecil Kecil Jadi Detektif: Desa Siluman, DAR! Mizan
Novel Fantasi Anak Mikro Serangga Detektif, Masmedia
Tinggalkan Balasan