Cara Cepat dan Mudah Agar Pakaian Tetap Harum Sepanjang Hari

pixabay

 

Disaat
bulan Ramadan seperti ini, tentu tidak akan mengurangi aktivitas sehari-hari
bukan. Bukan berarti puasa membuat kita menjadi bermalas-malasan.  Simak tips mudah yang perlu kamu lakukan agar
pewangi baju yang tahan lama sebelum itu, kamu juga bisa menggunakan
cara cepat hanya dengan satu kali tuang dari parfum pakaian wangi tahan lama.

 

Sering mengganti air cucian

Mencuci
dengan tangan atau mesin cuci bukaan atas perlu dilakukan dengan air yang
bersih. Oleh karena itu, lakukan penggantian air cucian secara berkala. Jangan
mencuci dan membilas menggunakan air yang sama karena berpotensi menyebabkan
cucian jadi bau dan juga kucel.

 Rutin membersihkan mesin cuci

Seperti
dikatakan di atas bahwa salah satu penyebab baju tidak wangi tahan lama setelah
dicuci adalah mesin cuci kotor. Bersihkan mesin cuci secara berkala agar mesin
cuci terjaga performanya. Pada mesin cuci bukaan depan, biasanya ada pengatur
suhu, gunakan air dengan suhu tertentu dan cairan pembersih untuk membersihkan
mesin cuci.

Cuci baju dengan air panas

Baju
yang terkena keringat bercampur dengan asap kendaraan dan debu jalanan
berpotensi menyimpan segudang kuman dan bakteri. Kuman dan keringat yang
menempel pada kain akan terangkat sehingga baju bisa terhindar dari bau.

Jangan menumpuk pakaian kotor di keranjang cucian

Menumpuk
pakaian kotor di keranjang cucian juga bisa menyebabkan bakteri saling
berpindah. Apalagi jika pakaian ditumpuk dalam waktu yang lama. Potensi kuman dan
bakteri berkembang sangat besar. Selama apapun proses pencucian dan perendaman,
pakaian kotor yang ditumpuk lama akan sangat sulit untuk bisa wangi tahan lama.

Jangan membiarkan baju terlalu lama dijemur

Menjemur
baju di bawah sinar matahari sampai ia kering sempurna memang efektif. Namun,
ketika baju kering, segera angkat atau pindahkan ke tempat teduh. Matahari di
siang hari yang sangat menyengat akan mempercepat proses penguapan pada baju
yang basah. Namun, wewangian yang digunakan akan ikut menguap juga.

Jangan menyeterika baju lembab

Ada
saat-saat orang buru-buru harus pergi namun bajunya belum kering. Agar kering,
baju lembab tadi langsung disetrika. Ini sangat tidak disarankan karena
deterjen dan pewangi yang digunakan akan menguap, kemudian baju kembali apek.

Gunakan
pewangi baju. Ada anggapan bahwa pewangi pakaian tidak terlalu penting
karena sabun cuci pun sudah wangi.

Namun
faktanya, wangi dari sabun cuci tidak sewangi dari pewangi pakaian. Belum lagi
kesan apek yang sering ditimbulkan dari sabun cuci yang bercampur dengan
kotoran dari baju.

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agus Hiplunudin Buku Ulas

Filsafat Politik Plato dan Aristoteles

Cerpen Ruly R

Cerpen Kota Tanpa Telinga

Cerpen Haryo Pamungkas

Cerpen : Pesan Misterius dan Solidaritas untuk Lombok Versi Pengarang Amatir

Ahmad Zainul Hamli Apacapa Catatan Perjalanan

Malam ini Milik Kita Berdua

Nuriman N. Bayan Puisi

Puisi – Januari yang Yatim Februari yang Piatu

Cerpen

Sepasang Kekasih yang Berpisah Karena Hujan

Apacapa Faizis Sururi

Mored: Orang-Orang Desa yang Meldeka

Mored Moret Sirli Qurrota Aini

Cerpen Mored: Selembar Kerudung dan Senandung Cadar dalam Mata Lelaki Cina

Madura Puisi Madura

Puisi Bahasa Madura: Bilâ Billâ

Apacapa Buku Dani Alifian Ulas

Novel Ulid, Buku yang Cocok Dibaca Saat Rindu Kampung Halaman

Apacapa Marlutfi Yoandinas

Eeufemisme: Antara Maling dan yang Kurang Maling

Apacapa M Ivan Aulia Rokhman

Writing Camp, Sebagai Ajang Silaturahami antar Penulis

Ali Ibnu Anwar Puisi

Puisi: Tubuh yang Mengandung Hujan

Cerpen Haryo Pamungkas

Cerpen : Kota dan Hujan di Pagi Hari Karya Haryo Pamungkas

B.B. Soegiono Puisi

Puisi : Belikan Aku Seorang Pelacur Karya B.B. Soegiono

Apacapa

Vaksin Menyebabkan Jatuh Cinta, Fvksin?

Apacapa

Membentuk Ruang Penyadaran Melalui Lingkar Belajar Feminisme Situbondo

Busyairi Puisi

Puisi : Kerudung Biru Karya Busyairi

Cerpen Sukartono

Cerpen Gelisah

Andi Fajar Wangsa Puisi

Teka Teki dan Puisi Lainnya Karya Andi Fajar Wangsa