Beberapa Alasan untuk Kaum Dâd-ngodâdhân Nyocco di TPS

Oleh Ahmad Maghroby R

Wahai kaula muda, besok datanglah ke TPS untuk
memilih. Eitsss, jangan banyak
ngeles. Jangan bilang bahwa tidak ada gunanya memilih, dengan menganggap dalam
pemilihan bupati kali ini tak ada sama sekali kepentingan kalian. Jangan
mengatakan bahwa pemilu yang mencerminkan kita sebagai bangsa yang demokratis
itu terlalu lebbhak bagi anda yang
cuma ngopi tak jelas. Ini penting, mad! Sepenting apakah? Nah, berikut ini saya
kasih tahu kepentingan-kepentingan anda, kaum
dâd
ngodâdhân
di seluruh penjuru Situbondo.

Pertama, kepentingan dhâghâng  ba’wan,
dh
âghâng pecel, dhâgâng karak, dhâgâng pentol, jihu atau
kopi
ân. Bukan apa-apa, mereka ini kebanyakan berjualan di perempatan,
terminal, pasar atau tempat-tempat umum lain. Ndak, ndak ini tak bha’ malebbha’a, kawan. Misalnya, ghellu rah, mereka dikenai pajak atau
pajaknya naik. Niscaya, harga kopi, nasi dan gorengan juga akan naik. Akibatnya
sepuluh ribu tidak cukup lagi. Atau, harus ada yang dikorbankan. Yang rokoknya
Surya linciran, harus ganti ke A
Satu. Atau bayangkan, kalau semisal harga kopi di lesehan bunga tidak 3k lagi. Selain
itu, tentu ini juga akan berpengaruh kepada tingkat ketebalan tempe dan
kecairan saos Pak Midun.

Kedua, pathek, jalbus atau taman kota. Hay kaula muda,
jangan berbohong. Anda suka kan kalo banyak tempat di Situbondo yang
remang-remang. Persoalannya kebijakan selanjutnya akan sangat menentukan apakah
tempat-tempat itu masih remang-remang atau tidak, akan rutin ada satpol PP atau
tidak. Kalau tempat maksiat itu sudah diterangi, maka jangan salahkan kalau
anda hanya bisa melamtiaskan dengan sabun di kamar mandi. Atau pilihan lain ya
kembali ke masa kecil, alias memanfaatkan bur
j
âlâburân.

Ketiga, kos-kosan. Kalau kos-kosan sudah ketat pajaknya,
maka siap-siap kamu malam minggu mau anu di mana. Mau ke hotel, mahal bos. Mau
di jagungan, rawan dan miang. Oleh
karenanya, kebijakan pajak terhadap kos-kosan akan sangat menentukan malam
minggu anda yang kere dan menyedihkan itu.

Keempat, aspal jalan Argopuro dan depan Makam Hero.
Nah ini persoalan aktualisasi diri. Kalo aspalnya gak bagus, maka dapat
dipastikan safety dalam penyelenggaraan Herex tak akan terjamin. Begitu juga di
tempat lain, seperti Buk Rampet dan Talang. Dan sudah dapat dipastikan, kondisi
ban cacing dan  pelek roci anda akan sangat memprihatinkan. Kan gak ngepot, gak
asik bosssss!!

Lima, wifi di alun-alun dan kantor-kantor yang biasa
kalian ampungi. Ini penting. Jangan
sampai, anggaran calon terpilih sangat miskin untuk wifi. Pokoknya gimana
caranya kecepatan wifinya setidaknya 500mb. Pokoknya, gimana caranya kalau anda
mabar tidak ngelek. Persoalannya,
kalo masih saja wifinya segitu-gitu saja ya lama bos ngegame dan donwload anu.
Keburu ada Satpol PP, Mat!

Nah itulah kepentingan kalian, kaum dâd ngodâdhân. Maka besok, sebelum memilih, pastikan calon mana
yang punya program-program tersebut. Pilihlah dia. Saya rasa alasan-alasan itu
cukup kuat untuk memotivasi anda datang ke TPS.  Tapi, kayaknya tidak ada yang punya program
demikian. Ya, iyalah gak ada. Gila kali, parpol atau paslon memperhatikan yang
seperti itu. Ya, mau gimana lagi, kalau memang tak ada, ya jangan salahkan
saya. Itu saya hanya menghayal. Maka, malam ini berdoalah agar besok bangun
pagi. Jangan mabar, jangan ngopi, jangan mantengin timeline twiter dini hari. Ini urusan genting, Mat!

________________
*) Redaktur takanta ID, Biasa tidur dari pagi ke sore, dan semoga tanggal 9 bangun pagi.

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen

Lelaki di Tepian Pantai yang Memandang Gunung

Cerpen Ruly R

Cerpen : Lapas dan Malam

Puisi Riepe

Puisi – Ratapan Sunyi

Apacapa

Workshop Literasi Ujung Timur Jawa

Apacapa Erha Pamungkas Haryo Pamungkas Politik

Gus Dur: Demokrasi Harus Diperjuangkan

Apacapa Madura

Kèta’ Kèdhung

Cerpen Haryo Pamungkas

Cerpen : Kota dan Hujan di Pagi Hari Karya Haryo Pamungkas

Apacapa Moh. Imron

Penggiat Sastra Pesantren di Situbondo (Bagian 1)

Apacapa Ayu Ameliah

Urgensi Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Masyarakat Multikultural

Apacapa

Wisata Kampung, Kampungan?

Apacapa Imam Sofyan

Sastra, Buku dan Tanah Air Yang Hilang

Ahmad Maghroby Rahman Esai

Bejo, Suhaden, Kopi, Senja dan Rendra

Muhaimin Prosa Mini

Tahun Baru? Why Not?

Buku Dani Alifian Resensi Ulas

Ulas Buku: Bahasa Sub Struktur Kekuasaan

Apacapa Esai rizki pristiwanto

Raffasya dan Keramaian yang Sunyi

M. Syamilul Hikam Puisi

Doa Petani Tembakau dan Puisi Lainnya Karya M. Syamilul Hikam

Apacapa Moh. Imron

Mara Marda: Keajaiban Datang Kemudian

Cerpen Ian Hasan

Cerpen: Tiga Nisan

Apacapa

Pertunjukan Eksperimental: “BUTAH” Membaca Krisis Ekologi

Buku Thomas Utomo Ulas

Ulas Buku: Berkaca pada Cerpen Para Juara