Avatar admin

Tentang Penulis

  • Syi’iran Madura: Caretana Ajjhi Saleh

    Oleh: Dhafir Abdullah* Nèka carèta, carèta takanta Tapè hikmana kenning abâs è mata Pèrengngaghi mallè toron rahmatta Moghe manfaat dunnya kantos ahèratta Ajjhi solèh orèng sè palèng kaya Lakona ghun pèra’ a foya-foya Bânnya’ dunnyana bânnya’ kèya binina Ongghâ haji pon tak è temmu kalèna Kakananna nyaman bân kobâssa Roma bân sabâna jhâ’ luassa Kalambhina…

  • Kampung Langai, Dik: Apa Kamu Gak Mau Nonton?

    Oleh: Redaksi Langai 1 | 7-8 November 2014 Kita berdua duduk di paling utara, dik. Beralaskan sandal masing-masing. Kita menyimak penampilan di sana. Dengan latar gedung Rumah Baca Damar Aksara, bertuliskan Kampung Langai, berwarna hitam. Kita juga menikmati jajanan buatan warga. Sembari disuapin olehmu, dik. Langai 2 | 6-7 November 2015 Di langai dua ini…

  • Cerpen: Perempuan Bayang

    Oleh: Ulfa Maulana “Maaf, Pa. Lea nggak sengaja.” Lelaki bertubuh kekar itu tidak peduli. Disiramkannya kopi panas pada tubuhku yang hanya memakai kaos pendek. Aku berjengit menahan tangis. Bahkan luka bekas pukulan papa kemarin belum kering. Perih rasanya. Aku yakin besok kulitku akan melepuh. Jangan menangis, Lea. Tangisanmu mengundang badai yang lebih besar. *** Baiklah.…

  • Zaidi dan Kisah Seorang Wali

    Oleh: Muhammad Badrul Munir* Zaidi adalah seorang pemuda biasa-biasa saja. Ia tak kaya, pun tak rupawan. Perawakannya tinggi kurus, kulit gelap, dengan rambut gondrong melewati bahunya. Saban hari aktivitasnya hanyalah mondar-mandir ngopi dari rumahnya di Mangaran ke Rumah Baca (RB) Damar Aksara, atau ke kafe Suntree, atau ke Nine Cafe. Kecuali ada undangan acara, begitu-begitu…

  • Refleksi Harjakasi: Prostitusi Mesti Lenyap dari Kota Santri

    pixabay.com Oleh: Dani Alifian* Saya tengah iseng mencari rekam jejak digital kabupaten tempat kelahiran ini. Berhubung di grup Info Literasi Situbondo tengah ramai membicarakan tentang Harjakasi (Hari Setengah Jadi) Kabupaten Situbondo, akhirnya saya memutuskan untuk sejenak memberikan refleksi pada segenap elemen masyarakat Situbondo. Saya terkejut tatkala artikel yang muncul teratas berjudul “Dinsos Bandung Pantau 12…

  • Harjakasi: Memaknai Situbondo dari Alun-Alun

    jatimpos.com Oleh: Imam Sufyan* Sesekali cobalah berkunjung di sekitaran alun-alun Situbondo. Di sana akan anda temukan tulisan Situbondo Kota Santri. Di atas tulisan Situbondo terdapat lambang Pancasila. Di atasnya lagi terdapat patung Garuda yang mengepakkan sayapnya seperti ingin terbang dengan kekuatan penuh sambil menoleh ke arah kanan atau ke arah timur. Sebagai orang yang awam…

  • Listrik Padam, Iduladha, dan Kita yang Bersuka Cita

    doc Merdeka.com Oleh: Muhammad Badrul Munir* Semalam saya tiba di rumah dalam kondisi listrik padam di kampung saya, kira-kira pukul satu dini hari. Hanya masjid dekat rumah saja yang lampunya tetap menyala karena ada genset di sana. Saat masuk kamar, Asyrof, anak pertama saya tiba-tiba bangun mendengar derit pintu dan menangis. Ia memang takut gelap.…

  • Hari Raya Kurban dan Penghutbah yang Setia

    Oleh: Imam Sufyan * Hari raya Iduladha adalah hari raya penuh perayaan bagi umat Islam. Ia tidak hanya tentang silaturahmi dan bersalam-salaman. Tetapi juga tentang pesta daging kurban. Memang tidak ada nuansa mudik sebagaimana hari raya idul Fitri. Tetapi, saya rasa kesakralan Iduladha terletak pada pesta daging tersebut. Sekalipun hanya sebatas urusan perut, perayaan pesta daging…

  • Cerpen : Permainan Pelukan Karya Haryo Pamungkas

    pixabay Oleh: Haryo Pamungkas “Ayah, mengapa semua mendadak gelap?” Ia bertanya. Tangannya menggenggam erat tanganku. Sangat erat. Seperti mengenggam harap kuat-kuat. “Tidak apa, Sayang, kita sedang bermain menutup mata.” Aku membelai rambutnya. Pelan; mencoba memberinya ketenangan. Meski diam-diam aku mulai menyerah, air mataku mengucur perlahan. “Tapi mengapa semua menjadi lebih dingin, Ayah?” Semakin erat genggamannya,…

  • Puisi : Hujan di Tubuh Seorang Perempuan Karya Dani Alifian

    pixabay Puisi Dani Alifian Resah ; Aku butuh kepastian, seperti kebanyakan pria, besar harapan pesan yang kukirimkan beberapa detik sebelum berganti hari agar cepat menemui jawaban. Aku lebih hafal kata terakhir ketimbang derajat suhu malam ini, sikapmu dingin membuat ngilu_ diluar udara sedang tidak bersepakat, hanya sunyi berkelebat sepi yang menemani. Jika risau adalah bahasa…