Buku Berpindah, Berkah Ramadan (Part I)

Detik-detik bulan Ramadan ditetapkan, melalui kanal media sosialnya, Mbak Una, Bunda Baca Situbondo mengunggah flyer program Bukber (Buku Berpindah, Berkah Ramadan). Karena ini program Bunda Baca yang sekaligus Ibu PKK Kabupaten Situbondo program Bukber dikhususkan untuk anggota PKK di seluruh kecamatan se-Situbondo. Teknisnya ibu-ibu PKK di kecamatan diminta untuk me-review buku atau kegiatan membaca yang sedang dibaca atau buku yang disukai lalu upload di instagram kecamatan dan menandai PKK Kabupaten Situbondo.

Program bukber ini bukan program yang sulit untuk dilaksanakan. Ini hal yang mudah dan saya rasa semua ibu PKK se-kecamatan bisa melaksanakan tanpa harus meninggalkan aktivitas memasaknya untuk sanak family dan keluarga. Sekalipun Bukber ini mudah tapi saya menilai aktivitas ini penting untuk dilaksanakan dibanding melaksanakan aktivitas perbukuan yang membutuhkan biaya-biaya besar. Kerja-kerja literasi memang membutuhkan kerja-kerja yang demikian. Rutin, santai dan yang paling penting berkelanjutan.

Penulis membayangkan, ibu-ibu PKK kecamatan akan mencari-cari buku entah itu di rumahnya atau di kantor kecamatan. Setelah didapat buku akan dilihat, lembar perlembar ditatapnya dengan serius. Kalau dirasa tidak cocok saya yakin mereka akan mencari lagi. Di sela-sela mencari buku itu ada ruang untuk berpikir bahwa buku ini cocok untuk di review di bulan Ramadan atau kontekstual untuk Situbondo. Yang paling penting Mbak Una sudah menggaris bawahi buku yang disukai atau yang sedang dibaca. Begitu.

Di kalangan komunitas sering saya dengar bahwa banyak orang tidak suka baca buku tapi suka baca buku tabungan. Yang sedang berbucin-bucin dengan pasangannya justru lebih parah lagi. Lebih suka baca buku nikah. Huft. Yang dimaksud Mbak Una bukan itu. Mentang-mentang bulan Ramadan yang akan dilanjut dengan hari raya Idulfitri lalu yang dibaca dan di-review buku tabungan. Iya kalau tabungan ada saldonya bisa panjang lebar menjelaskan isi keluar dan masuknya uang. Lantas gimana kalau saldonya kosong? Masak iya mau pakai kalimat sakral Biksu Tong seperti di serial film Kera Sakti “kosong adalah isi. Isi adalah kosong. Segala penderitaan akan berulang kembali. Lautan penderitaan amat luas jika bertobat baru bisa menepi.”

Dua hari pasca tayangan flyer Bukber, muncul tayangan dari PKK Kecamatan Panarukan. Sebagai warga Panarukan tentu penulis sangat senang perwakilan Panarukan lebih dahulu selesai. PKK Kecamatan Panarukan me-review buku komik. “Oh My God (Smallest, deadliest. Cara Virus Bekerja dalam Tubuh). Ibu Inayah memaparkan bagaimana orang tua mengajarkan anak-anaknya ilmu sains. Wushhhh. Ingat ya sains. Dari sini saja saya sudah langsung terpukau karena buku yang diulas Ibu Inayah tentang ilmu sains. Lebih khusus lagi cara membedakan antara virus, bakteri dan bagaimana kerja vaksin ditemukan sekaligus penanganan virus yang benar.

Buku yang diulas Ibu Inayah ini cocok untuk anak-anak karena bentuknya bukan full narasi melainkan komik. Untuk memperkenal buku komik kepada anak-anak memang tepat karena sedari minimal usia 3 tahun otak anak yang diperkenalkan dengan buku komik berdampak terhadap meningkatnya daya imajinasi. Tidak hanya imajinasi, bahkan kognitif anak pun dapat meningkat pesat.

*

Nah, saya rasa semua orang bersepakat bahwa membaca buku di bulan Ramadan adalah aktivitas yang sangat baik. Baik banget malah. Pertama mengamalkan atau perintah Al-Qur’an. Iqra’, bacalah, ayat pertama yang turun dari malaikat jibril kepada Nabi Muhammad. Tidak semua orang loh mampu menjalankan perintah membaca apalagi di bulan Ramadan. Kalau membaca alqur’an sih iya. Saya yakin ibu-ibu PKK Kecamatan selama bulan puasa membaca alqur’an.

Membaca buku di bulan Ramadan ini pilihan alternatif dari pilihan aktivitas rutin lainnya selama bulan Ramadan. Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Dikatakan penuh berkah karena aktivitas tidurnya orang yang berpuasa pun bisa menjadi keberkahan. Lalu apa hubungannya dengan membaca buku?

Beberapa ahli mengatakan bahwa membaca buku adalah obat alami untuk menenangkan pikiran. Karena pikiran tenang si pembaca akan dibawa ke dunia yang lebih gelap alias kantuk yang lambat laun tertidur lelap. Dari sini saja sudah dua keberkahan didapat bagi si pembaca, pertama membaca buku yakni melaksanakan perintah Al-Qur’an, yang kedua tidur. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan wahai tuan dan puan?

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Apacapa Madura

Parabân Nyangsang

Buku M Ivan Aulia Rokhman Ulas

Ulas Buku – Memaknai Segitiga Cinta

BJ. Akid Puisi

Ayat-Ayat Luka dan Puisi Lainnya Karya BJ. Akid

Apacapa Buku Dani Alifian Ulas

Novel Ulid, Buku yang Cocok Dibaca Saat Rindu Kampung Halaman

Cerpen Ulfa Maulana

Cerpen: Perempuan Bayang

Buku Farizzal Qurniawan Hendra Saputra Resensi Ulas

Resensi: Dilan 1983: Wo Ai Ni

Review Film Yopie EA

FLOW: Sebuah Mahakarya dari Sutradara Asal Latvia

Apacapa Kampung Langai Situbondo Wilda Zakiyah

Festival Kampung Langai 6: Pertemuan dengan Sosok yang Lain

Diego Alpadani Puisi

Puisi: Rabu Malam

Apacapa Madura Totor

Sètan Nandhâng

Apacapa

Harjakasi Nasibmu Kini

Apacapa Esai Mustain Romli

Dilema Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Buku Toni Al-Munawwar Ulas

Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut

Apacapa

Muscab DPC PKB Situbondo Angkat Tema Partai Advokasi

Ihda Asyrofi Puisi

Puisi: Menaksir Zikir

Cerpen Moh. Jamalul Muttaqin

Cerpen: Tentang Pelangi

Buku Indra Nasution Ulas

Ulas Buku – Jurnalisme dan Politik di Indonesia, Biografi Mochtar Lubis

Apacapa Nabila Septilani

Krisis Pelanggaran HAM Terhadap Anak di Lingkungan Pendidikan

Apacapa

Sasaeng Culture: Sisi Gelap Dunia K-Pop

Agus Hiplunudin Cerpen

Cerpen – Dendam Amba