Kategori: Apacapa
-

Ketika Media Sosial jadi Racun Sunyi
Di setiap pagi, sebelum mata benar-benar terbuka, mayoritas dari kita sudah lebih dulu mengambil ponsel. Jari-jari mulai menggulir layar, mencari informasi terbaru tentang apa yang terjadi di sekitar kita. Ada yang berbagi foto saat liburan, ada yang mengunggah gambar makanan, dan ada pula yang mengungkapkan rasa lelahnya. Dalam sekejap, kita seolah masuk ke dalam dunia
-

Pantas Saja Terkena Bencana: Analisis Wacana di Tiktok Ketika Komentar Netizen Membingkai Musibah sebagai Hukuman di Sumatera
Bencana alam yang melanda di beberapa wilayah di Sumatera alih-alih menunjukkan rasa empati justru muncul cuitan-cuitan atau komentar negatif dari para netizen saat menyaksikan kondisi masyarakat di sana. Lontaran komentar negatif ini bernada menyalahkan seolah-seolah bencana adalah sesuatu yang pantas untuk mereka dapatkan. Fenomena ini memicu kekhawatiran baru mengenai bagaimana media sosial memperkuat sentimen SARA
-

Orang Situbondo Keturunan India?
Pertanyaan ini awalnya hanya berupa rasa penasaran kecil yang lewat begitu saja, tetapi lama-lama justru tumbuh menjadi rasa ingin tahu yang tidak bisa saya abaikan. Akar kegelisahan ini berawal dari fenomena yang sedang ramai di media sosial, terutama TikTok. Lagu-lagu Madura gaya Situbondoan dengan aransemen ala India tiba-tiba meledak seperti “Vitaaa yak lek edingaghi”, “Sumina”,
-

Mooi Indie Situbondo: Betulkah Kota Sederhana?
Di wajah orang-orang pasar dan pinggiran kota kita mendapati sebuah gambaran tentang masa lalu. Kita melihat para pekerja keras, tapi wajah mereka diwarnai ekspresi kecemasan, semacam sesuatu yang tidak aman, sesuatu yang tidak bisa dipegang dan rapuh. Saya lantas berpikir, apakah benar suara mereka mewakili kekinian, ataukah suara mereka adalah suara yang terperangkap di awal
-

Derita Ekspektasi Tinggi: Konversasi Buku Menjadi Film, Saat Imajinasi Kita Diterjemahkan Ulang
Pernah nggak kamu keluar dari bioskop sambil ngomel, “Filmnya nggak sebagus bukunya”? Tenangkan dirimu. Setiap kali novel kesayangan diangkat ke layar lebar, kita seperti disuguhi undangan untuk kecewa atau minimal untuk berdebat. Tapi di balik itu semua, ada satu hal yang jarang terpikirkan: bahwa proses ekranisasi (ya, itu istilah akademisnya) sebenarnya bukan sekadar soal “filmnya
-

Setelah Bapak Mandi
Saya tumbuh besar bersama seorang bapak yang luar biasa. Ia tidak banyak bicara, tapi tangannya yang kapalan dan wajahnya yang lelah setiap sore selalu jadi pengingat betapa berat perjuangan hidupnya. Setiap langkahnya terasa seperti doa yang dibungkus keringat. Saya tahu, bapak sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga. Setiap rupiah yang ia bawa pulang bukan hanya
-

Kekuatan Gaya Hidup sebagai Strategi Pertahanan Utama Kesehatan Mental
Kesehatan mental telah menjadi topik sentral dalam diskursus kesehatan masyarakat global. Selain faktor-faktor besar yang diakui seperti genetik, trauma masa lalu, atau lingkungan sosial ekonomi, semakin jelas bahwa ada kekuatan mendasar yang dapat kita kendalikan setiap hari: gaya hidup. Pertanyaan tentang bagaimana rutinitas harian memengaruhi kesejahteraan psikologis bukan lagi sebatas saran awam, melainkan inti dari
-

Bahasa Gaul di Media Sosial Bisa Memengaruhi Kemampuan Berbahasa Formal Mahasiswa
Media sosial kini telah menjadi ruang interaksi utama bagi generasi muda, terutama mahasiswa. Platform seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok bukan hanya tempat untuk berbagi informasi atau hiburan, tetapi juga arena pembentukan identitas sosial dan linguistik. Dalam dunia digital ini, bahasa berkembang secara cepat, fleksibel, dan penuh kreativitas. Salah satu bentuk perubahan bahasa yang menonjol
-

Gen Z Situbondo, Jangan Dulu Pergi
”Ada bagian kulit telur yang kadangkala menolak pasrah untuk dikupas. Perlu upaya lebih untuk bisa memisahkannya.” Kemarin, saat mengikuti diskusi yang bertemakan “Posisi Gen-Z tantangan dan peluang”, saya kurang begitu sepakat dengan apa yang disampaikan oleh si AZ, selaku Narasumber pada acara yang bertepatan pada tanggal 27 September 2025. Di depan kaula muda, ia seolah
-

Merayakan Literasi
Delapan hari sebelum acara Festival Literasi Situbondo digelar, sebenarnya sudah ada pameran buku di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Situbondo. Kehadiran Gramedia di kota yang sedang giat merakit masa depan ini bisa dikatakan membawa hikmah tersendiri. Mereka hadir bukan sekadar menjual buku, tetapi juga menjadi resep tambahan untuk menarik banyak orang datang ke acara FLS