Kategori: Apacapa
-
Maafkan Bunda, Kaka
Oleh: Lailatul Fajriah* 28 Maret 2021, seorang bayi laki-laki terlahir dari rahimku. Azkara Lafmi Abqori atau biasa aku panggil Kaka. Ia lahir melalui persalinan normal, dibantu oleh Bidan Delis. Dua hari sebelumnya, aku mengalami kontraksi yang begitu dahsyat. Sakit sekali rasanya, sehingga tak bisa diungkapkan. Inilah perjuangan menjadi seorang ibu. Mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui,
-
Teman Saya yang Sudah Menjadi Ayah
Oleh Marlutfi Yoandinas* Delapan tahun lalu, kami masih sama-sama lajang. Selalu bersama menghabiskan waktu. Bersenda gurau, main ke sana ke mari, belajar ini itu, diskusi, proses bareng, dan banyak hal yang bisa kami lakukan sehari-hari. Bahkan kami sering menyebut waktu dalam sehari bukan 24 jam, tapi 25 jam. Kami terbiasa kerja/berproses berhari-hari. Kerja malam ya.
-
Langganan Kebakaran Hutan dan Alih Fungsi Lahan, Derita atau Bahagia
Mahkluk hidup saat ini akan terus berlangganan dengan kebakaran hutan dan kegiatan alih fungsi lahan yang terus melanda wilayah Indonesia seperti nasib hutan di Kalimantan. Kalimantan seperti yang kita ketahui sebelumnya merupakan salah satu pulau di Indonesia dengan memiliki luas 40,8 juta hektar hutan lindung atau hutan hujan, maka tidak mengherankan jika pulau Kalimantan dijuluki
-
Literasi Bergerak di Taman Siwalan
Satu lagi nyala literasi dinyalakan. Dipantik sekumpulan anak muda yang menggabungkan diri dalam satu komunitas Labeca. Di Taman Siwalan, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa mereka menggelar lesehan baca. Lokasinya di pinggir jalan Pantura, sekitar 20 Km dari pusat Kota Situbondo. Ada sekitar 30an buku yang digelar. Ada sekitar lima anak muda bersarung dan kopiahnya. Membaca buku.
-
Gerbang Faqih fid Din
Oleh Mashudi* Data Buku Judul : Fiqih Itu Asyik Penulis : Herry Nurdi Penerbit : DAR! Mizan Cetakan : I, 2004 Jumlah : 174 halaman Buku dengan lima bagian ringkas ini, berisi pokok-pokok penting dalam memahami ilmu fiqih. Pada bagian satu: Kenapa Fiqih?, menjelaskan bahwa fiqih adalah ilmu tentang ilmu atau
-
11 Tahun Mensos Juliari
freepik Oleh: Rg. Hutama Hari ini di antara sela-sela pekerjaan dan kuliah, saya melihat berita media massa terkait bagaimana perkembangan pandemi di Indonesia. Ternyata tidak ada perubahan yang signifikan, baik melalui kalkulasi angka pada data pemerintah ataupun fakta-fakta yang sedang berlangsung di lingkungan sekitar. Seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), aturan pemerintah yang tidak dipandu
-
Ketika Elit Oligarki Berkuasa, Kemerdekaan Bukan Lagi Milik Kita
Indonesia merdeka di masa datang… …Cita-cita perikemanusiaan tidak hanya bersifat anti kolonial dan anti imperialis, tetapi juga menuju kebebasan manusia dari segala penindasan ~Muhammad Hatta Oleh Fata Poejangga* Sengaja saya kutip pidato itu, untuk memberikan kabar kepada Bung Hatta, tentang apa yang dicita-citakan untuk Indonesia di masa depan (hari ini). Pidato itu disampaikan 4 hari sebelum
-
DPRD Menggonggong, Pak Karna: Ngutang PEN Jalan Terus
Oleh Fata Poejangga* Media sosial akhirnya jadi tempat yang tak terbatas untuk ngapain saja. Mulai dari pamer-pamer harta, pencapaian karir, foto mesrah bersama pasangan, hingga tawuran online. Nah khusus yang terakhir sepertinya banyak orang suka belakangan ini. Saya menyimak tawuran online di beberapa grup facebook. Salah satu grup facebook sedang panas-panasnya menyajikan pro kontra
-
Curhat: Pak Menteri, Kami Jenuh!
freepik Oleh Vania Callista Artanti* Pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan unsur penting yang harus ada di dalam setiap diri manusia tanpa harus memandang gender, agama atau stratifikasi sosial lainnya. Siapa aja boleh belajar kepada siapa saja, baik secara teoritis maupun perjalanan empiris seseorang yang bisa dimaknai sebagai suatu pembelajaran dan hikmah. Menurut saya, memandang fungsi pendidikan
-
Melawan Pandemi dengan Sains, Bukan Arogansi Aparat dan Mati Lampu
Oleh Fata Pujangga* Pandemi membuat hari-hari kita terasa begitu melelahkan. Kita bukan hanya lelah mengikuti serangkaian pola hidup yang baru, tetapi juga dibuat jengah dengan kebijakan yang tak cukup bijak. Pemerintah, saya rasa salah menggunakan pendekatan. Lihatlah aturan-aturan itu: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlevel-level kayak mie setan adalah