Kategori: Puisi

  • Puisi: Kopi Mawar

    Malam Perindu Malam mekar di atas tembikar basah yang habis dibasuh jemari merekah ia belum lagi tuntas dibakar buat menjadi perabot rumah tangga kita Angin sendu membawa rindu Mengambang di matamu yang payau Malam ini seharusnya usai dengan cepat, aku tak sanggup lagi menanggung dingin kesendirian yang ditusuk-tusuk rindu penuh kegamangan  Blitar, 2019 Kopi Mawar

    selengkapnya…

  • Puisi: Suatu Sore

    SEHABIS SORE TERBITLAH MALAM Sehabis sore saat aku tak bisa meneruskan perjalanan Tepat di seberang jalan Di antara anak sungai yang gemericiknya menabur keheningan Matahari pelan-pelan lepas dari peluk laut Sedang aku masih di sini melepas segala lupa pada dirimu Kekasih adakah kisah yang menakar hening kita Wajah-wajah asing satu-persatu berguguran Aku masih di seberang

    selengkapnya…

  • Puisi: Undangan Baru untuk Kekasih Lama

    Di Bawah Bulan Aku berada di bawah bulan. Di atas bangku taman. Menikmati pemandangan kapal-kapal sebelum di pelabuhan Mencicipi dinginnya angin pantai Menghirup udara kesepian Lalu menelan beban-beban sebelum malam. “katanya ia ingin datang” Aku masih menunggu di bawah bulan. Di atas kursi taman. Dan di samping bayang pohon besar. Ia pandai dalam berkenalan. Ia

    selengkapnya…

  • Puisi: Madilog Sepi

    Oleh: Firmansyah Evangelia* Madilog Sepi Pada sepertiga malam Merdu dzikir-dzikir daun mengeras di telingaku Mengajarikiu cara tawakal pada Tuhan Lalu perlahan, benakku berkata: “hidup hanyalah mimpi, sedang kematian ialah tempat kita kembali ke muasal” Disitulah dada bergetar Mencipta debar alir-alir birahi merangkum perih Mengabarkan kisah-kisah baka Dari berbagai keresahan Kini, pasrah kulalui masa keruh dalam

    selengkapnya…

  • Puisi: Ruang Dimana Kita Bisa Abadi

    MENGANULIR TAKDIR Adakah takdir yang telah disitir dapat dianulir, sebagaimana lesat bola di rahim gawang, sebagaimana keputusan undang-undang? Takdir, sebagaimana gurat yang sengaja dikerat pada kasar telapak tanganmu: di sanalah nasib getir ditaswir, di sanalah nasib bakir diukir. Tetapi kataku, takdir bagaimana pun ia disitir, dapat dianulir dengan doa-doa tahir. Sebab, Tuhan dzat yang maha

    selengkapnya…

  • Puisi: Pendaki

    PENDAKI temanku kini seorang pendaki mengitari tengkuk hitamnya, memeras keringat mendekap punggungnya, segunung beban berserak onak, di pundak —di benak. temanku dulu sering jelangi surau di tengah dukuh tak ada bahkan setetes pun peluh di keluhnya : mengapa aku tak di sini dari dulu-dulu? Temanggung, 24-02-2020 SATU KEAJAIBAN semesta, kalang kabut angin ribut yang meributkan

    selengkapnya…

  • Puisi: Di Atas Tanah

    Selamat pagi rindu Bermandikan pijar arunika Melantunkan masa-masa kelam Yang pergi ialah luka-luka Yang datang ialah suka-suka Bersumber dari Rahim Kenangan lahir beserta tali kerinduan Bersemayam dalam senyap Hening dan pilu Jika aku melupa Yogyakarta/22/03/2020 Stasiun Lempuyangan Derap roda kereta memecah keriuhan kendang telinga Stasiun dilahap oleh gelap Seperti hidangan penunda lapar Malam ini, aku

    selengkapnya…

  • Puisi : Di Sepanjang Jalan Ini

    PUISI Nahiar Mohammad CANDU ; Viona Safitri Ingiku dekap tubuhmu dalam dekap hangat tubuhku Ketika api belum tuntas memanaskan air ditungku dan air matamu belum sempat jatuh ke dalam kubangan luka “senyummu adalah kerinduan  tempat segala kesakitan  dan akhir dari kebahagiaan” Inginku dekap tubuhmu dalam dekap tubuhku bila senyummu hanya menjadi luka di pertemuan akhir

    selengkapnya…

  • Puisi: Setelah Kau Pergi dari Kamarku

    Membaca Lovecraft monster-monster memasuki mataku sebab matahari pecah rumahku segelap gua asing dalam kata-katamu terlihat taring memotong lenganku tentakel menjerat batang leherku cakar menyisir perih ususku sebelum mata terpecah tak mampu menampung horor yang tiba sebelum matahari lahir kembali dari akhir ceritamu dan aku, dalam butaku, merindukan ketakutan yang menggoda itu (Jakarta, Juni 2019) Setelah

    selengkapnya…

  • Puisi Mored: Ayah, Cinta, dan Nasihat

    Oleh: Hardiana* AYAH Air mata Jembatan rindu yang membara Rintihan hati yang tlah sirna Ungkapan perasaan yang takkan terlupa Cinta Gambaran kasih yang tak kunjung henti Untaian rasa yang tak pernah letih Semangat membangun yang selalu di hati Keluarga kecil yang kau jaga Membuat mereka tak akan lupa Atas segala kekuatan yang kau bina Akan

    selengkapnya…