Kategori: Puisi
-
Puisi : Tanah Luka Karya BJ. Akid
PUISI-PUISI: BJ. AKID* Nerasi Kopi Biji-biji musim Menghitamkan kemungkinan Seperti mutiara hitam Pekat di jalan kegelapan Tapi waktu sungguh bijaksana Memisahkan segala harapan Merakit malam dalam ucapan Ucapan sabar bagi penungguan Seperti kenangan Saringan selalu setia bertahan Dari lukisan dam cobaan Yang kental dari kesunyian Biar genangan awet dalam cinta Manis dan janji selalu tumbuh
-
Ludruk dan Puisi Lainnya Karya Ahmad Radhitya Alam
Ludruk dunia ini memang seperti roda yang terus saja berputar pada porosnya yang telah mencipta niscaya maka menjadi besar bukanlah sebuah jaminan kita bakal menjadi penguasa selamanya ada kalanya kita akan berada di bawah, kemudian dilindas oleh penguasa baru kehidupan itulah nasib ludruk kita saat ini yang kian hari mulai hilang dalam mesin pencari orang-orang
-
Puisi : Levhicausta Karya Nurillah Achmad
Keliru Menyamakan Cemburu dan Diam Aku malu-malu menyatakan betapa keliru menyamakan cemburu dan diam bagiku, murung bertemu bingung adalah keriuhan yang tak mesti dimulai aku malu-malu mengungkapkan jika cemburu mesti pura-pura diam padahal saat punggungmu bersandar di pepohonan dadaku bergetar-getar ingin menebang dongeng yang dimulakan kini, aku takkan malu memasang tampang sekali saja dedaun itu
-
Puisi : Pesona Keheningan Karya Fani Haryadi
Puisi-Puisi Fani Haryadi KEAKRABAN MEMBAKAR Suka duka selalu berbagi dengan penuh hati Tak pernah sesekali saling membohongi Namun berusaha saling mengerti Disana disini disitu selalu ada, memahami Berbedanya persepsi bukan tak mau mengalah Tapi selalu ada yang mengalah Bahkan merasa saling bersalah Demi keutuhan tak ingin terbelah Berkata dengan gambalng Itulah perasaan sayang Bukan Bulan
-
Kasidah Petani dan Puisi Lainnya Karya Moh. Rofqil Bazikh
Sajak-Sajak Moh. Rofqil Bazikh Ziarah sebelum benar-benar kutabur kembang firman di perutmu setangkai mawar berdarah lebih dulu tumbuh dan semaraknya menjelma kesakitan-kesakitan yang lupa kunamai aku tak akan memintamu kembali, kubiarkan hilir kenangan menata jalannya sendiri rasanya aku begitu asing di sini menghakimi sepi dengan puisi satu-satunya yang terasa adalah getar-getar aneh yang mengutukku sayatan rindu
-
Puisi : Revallina Karya Arian Pangestu
Puisi-puisi Arian Pangestu Revallina Adakah kata yang paling bening yang bila kukecup mampu menyegarkan batin jikalau selain kata cinta, maka itu ialah nama manismu sebagai cermin yang memantulkan wujud dirimu sebagai musim semi dalam kemarau hari-hariku betapa aku sungguh merindukan rintik-rintik hujanmu dan dalam lipatan jarak wajahmu berkelindan dalam angan; kenapa aku begitu gemar menyaksikan
-
Puisi : Guntur itu tak Pernah Ada Karya Muhammad Rifki
Bocah Hujan /I/ seperempat napasnya terdiri dari rintik-rintik hujan. setelah besar di rahim ibunya, janin itu bersuka ria. mengendap dari dua belah sudut lahir, hutan hitam lebat, empat pertanyaan ia jawab belagu. ia ingin hidup sendiri, mendunia tanpa perlu ditemani, tambuni-tambuni yang jadi antah berantah. kini nasibnya, sepinggang ibu. mengeram kuat, besok-besok, ia mewarisi watak
-
Ayat-Ayat Luka dan Puisi Lainnya Karya BJ. Akid
PUISI-PUISI: BJ. AKID* Falsafah Rindu Dari batang lamunan yang aku diskusikan pada diam, wajahmu menguncup dalam ingatan, mencipta ketunggalan jalan perumpamaan, sebelum nama-nama tuhan aku pahat sebagai bayangan, barangkali hanya cinta yang kita takuti, ketika malam lebih menyerupai cahaya dan siang pun lebih bermukim pada kata-kata. Maka dari itu pula rindu telah kita bekukan, meraba
-
Kesedihan Nahela dan Puisi Lainnya Karya Ibna Asnawi
Puisi-puisi Ibna Asnawi Kesedihan Nahela nahela yang gadis berbaring di halaman rumah kakinya mempermainkan kerikil menendang kesal sebutir-dua butir sepi walau hatinya bising oleh perih padahal halaman rumah nahela sempit dirinya melulu dihimpit sakit tetapi wajahnya, bagai kaca jendela yang tegar bersama debu mata nahela memejam kemudian dalam pejamnya ia dapati ibunya secantik purnama tersenyum
-
Ayat Nostalgia dan Puisi Lainnya Karya Tjahjono Widarmanto
Puisi- Puisi Tjahjono Widarmanto PEREMPUAN BULAN *)buat: Jackson Pollock wajah tersenyum dalam ingatan jejak dan senyummu tertinggal dalam lorong-lorong waktu lengang seperti bulan yang termenung sendiri perempuan menunggu aroma kopi menawarkan kisah-kisah pilu yang terulang : ciuman yang berakhir pada kematian atau tentang kisah-kisah baru : perjumpaan, perpisahan, pertemuan kembali dan cium paling sunyi