Kategori: Puisi
-
Puisi : Enigma dan Puisi Lainnya Karya Aji Sucipto
Enigma Kau tak pernah takut kehilanganku Sebab, kau tahu Aku tak akan meninggalkanmu Aku tak pernah takut kehilanganmu Sebab, aku telah persiapkan Segalanya, jika pun kau meninggalkanku Sepasang Sayap Sepasang sayap merpati dicipta dari kesedihanmu Saat kau menyaksikan seorang lelaki di depan Penghulu itu sempat melucuti pakaianmu “Harusnya, ali-ali itu Melingkar di jariku,” katamu Harusnya
-
Puisi : Sore yang tak ingin Kuakhiri dan Puisi Lainnya Karya Andi Fajar Wangsa
Sore Yang Tak ingin Kuakhiri Pada hadapan Jendela Aku bayangkan hari libur yang panjang Perjalanan yang jauh Ada angin lembut Kursi yang hangat Sebuah lagu membawa ke masa kecil Ada sore yang tak ingin kuakhiri Walau burung terbang ke rumahnya Inginkan senja yang lama Di jalan sunyi bersama Apa Kabar Rumah Apa kabar rumah engkau
-
Kosong dan Sajak-Sajak Lainnya Karya Alif Febriyantoro
Gadis dan Kota Ini kota, yang katamu punuh dengan jalan-jalan yang berliku. Lorong, tangga, tanah yang ditumbuhi gedung-gedung raksasa, semua sudah kutelusuri bersamamu. Tapi semua sama saja, ketika hujan membasahi, tak ada yang terlewati. Semua akan menjadi basah. Takdir menjadikanmu sebagai gadis kota, salah satu penghuni kota. Dengan serangkaian peristiwa yang sedikit melankolis. Dan sudah
-
Puisi : Menjadi Udara dan Puisi-Puisi Lainnya Karya Rahmat Pangripto
Puisi Ala Kadarnya Aku tak punya puisi yang bagus Semua ( masih ) ala kadarnya Tak seindah burung merak Tak sesempurna pemilik sayap-sayap patah Pulanya terlalu jauh bila disandingkan sang binatang jalang Hanya saja, Aku hanya selalu ingin membagikannya Agar kau tahu perkembanganku. Sumber Datar, 15 Agustus 2018 Tak Butuh Yang kubutuhkan bukan gunung emas
-
Lugina dan Sajak-Sajak Lainnya Karya Adithia Syahbana
Oleh: Adithia Syahbana Lugina S, dengarlah senandikanya Tetaplah di situ, jangan merajuk rengkuh Di tengah pokok-pokok anggur Daku aromanya meleleh Aliran sarafku bergejolak Darah didih meriak-riak Kepala pekat berkarat Segalanya sejak tetap Engkau yang meminum arak Mengapa pula aku yang lemah tergeletak? Empuan, mengapa Luginamu untukku? Cirebon, 2018 Aku hanya Satu Lautan Aku hanya satu
-
Pesawat Kata dan Puisi-Puisi Lainnya Karya Dani Alifian
Oleh: Dani Alifian Aku Gila Maka Aku Bahagia Sementara para orang yang dianggap terpelajar di lingkungannya semakin sibuk dengan mata pelajaran pokok “biologi fisika matematika, ilmu membaca, hingga ilmu yang membawanya tak percaya pada sangkuasa,” gumanku, sembari sendiri bahagia dipojokan mempelajari komik “si juki” dan humor dengan sampul delapan belas plus Yah, mereka si
-
Puisi : Kepada Perempuan Karya Nuriman N. Bayan
Oleh: Nuriman N. Bayan KEPADA PEREMPUAN Di suatu waktu kau pasti temui seorang lelaki di sebuah kamar yang hening dan khusyuk kau dengar Al-fatihah begitu syahdu dan di belakang seseorang mengaminkan. Di suatu waktu kau pasti temui seorang lelaki menggenggam tangan anak-anak dengan erat menuju ke setapak yang pernah ayah dan ibu tunjukkan. kau lihat
-
Travesti dan Puisi Lainnya Karya Ahmad Radhitya Alam
Puisi-Puisi Ahmad Radhitya Alam Sepelan engkau berucap aku bercakap memainkan laku tirakatan agar kalis segala lajur pertunjukan Blitar, 2018 Gedripan papan kecil tampak jelas di krombongan hitam legam seperti baris batuan ini nama papan gedripan buat bestir tulis tedean istilah untuk sebuah catatan anyam anyaman sebelum pertunjukan yang membawa kita pada garis kehidupan Blitar, 2018
-
Di Wajah Rintik Hujan dan Puisi Lainnya Karya Dewi Sukmawati
Oleh: Dewi Sukmawati DESAKAN GERIMIS Inginku masih di sini, menikmati Secangkir kata, dan Seporsi sajak, berdua Di teras rumah ibumu Tapi sayang, sungguh sayang Mengapa pagi tadi, aku Bertengkar dengan awan Yang sedang bercumbu dengan langit Dan kini awan mengirim gerimis Membuatku berlari, pulang Menjauh dari puisi, yang Telah kita nikmati, berdua Purwokerto, 22
-
Bekal Kepulangan dan Puisi Lainnya Karya Daffa Randai
Puisi Daffa Randai Bekal Kepulangan : N. Evani M. untuk kepulanganmu, telah kukemas sekotak puisi sebagai bekal selagi kau di jalan ─seandai kau sendiri puisi-puisiku dapatlah kau jelmakan sebagai teman. Yogyakarta, 8 Juni 2018 [Kafe Basabasi, Pukul 23.00 WIB] Gerimis Telanjang Gerimis telanjang di sepanjang jalan, dan rusuk parit yang keruh meluapkan kenangan.