Kategori: Puisi

  • Puisi: Catatan Malam

    Puisi-puisi Mohammad Cholis Catatan Malam   Lampu-lampu berkejaran mendaki bulan Angin menyusui malam dalam temaram Lalu bintang pun jatuh seperti letupan rindu Memanggil sesuatu yang terkubur seratus tahun lalu   Terbentanglah langit menerangi jejak duka Dan aku menemukan sisa kisah kita Di bawah rerimbun pohon yang kita tanam dengan doa-doa Dan kau masih saja ingin

    selengkapnya…

  • Puisi: Di Stasiun Sebelum Peluit

    Puisi-puisi Ahmad Maghroby R  Kiriman   “Cong, ini kiriman dari ibu. Barangkali bisa kau jadikan puisi.” Sebuah paket tiba dengan   Segala yang berakhir di Panarukan Dengan rel-rel dan stasiun tabah Menunggu siang kemaren masinis Bersiul pada pabrik manis muram, “ini,”   Serbuk kafein Kayumas menyisir lereng Malam yang berat berkabut di pelupuk Nafas tembakau

    selengkapnya…

  • Puisi: Kesaksian Burung Trinil

    Puisi-puisi Syukron MS Kesaksian Burung Trinil   Di pagi hari: tiga burung trinil bertengger di atas deretan pagar ketika fajar matahari diam-diam semakin membara di ufuk sana. trinillah itu yang tertawa-tawa menyaksikan tumbuhan menggeliat di pelataran, sambil melompat-lompat dari dahan ke dahan kala, sambil  berkelepak dari ranting ke ranting kelepai. trinil bersaksi bahwa tiada hari baik

    selengkapnya…

  • Puisi: Hikayat Sebuah Maut

      Puisi-puisi Ayis  A. Nafis   Hikayat Sebuah Maut   Setelah bulan berperak-perak menyembul dari cangkir kopi Sepasang kuda dalam balutan amarah berlari dari meja sebelah Kabut pekat mengepung, lalu gerak bibirmu mencipta bilah rindu   Pohon-pohon janda yang mangkir dari pot pojok ruang Berusaha menahan embun sejauh mata kita memilih rabun Lalu jarak bergegas

    selengkapnya…

  • Puisi Ruah Alam Waras

      A Deliberately Fringed Lelakon / Nature /   Participant joined 15 minutes before agenda as the late bird message. Well, was different from another webinar that gave meeting code and password or zoom link. Accessed Youtube a minute after schedule and Zoom at 8:24 pm. Due to prospective mango flor? Wanted to learn while

    selengkapnya…

  • Puisi: Tubuh yang Mengandung Hujan

    juru takwil pendalungan   udara pendalungan bau asap kemenyan, campuran manis gula dan asin garam. rumahmu gatal-gatal dalam bayang-bayang gagal ginjal. pandanganmu mulai kabur antara ke mana harus menuju atau menghindar dari semacam peluru. sejenis anggaran paling aduhai dalam perhitungan kepalamu. lalu kau menjadi juru takwil yang kejang-kejang dalam festival kebudayaan. menambal arsip-arsip bolong  dalam

    selengkapnya…

  • Puisi Mored: Tarian Hujan

    Oleh Alif Diska* Rasa Karsa   Tidak ada yang sederhana dari cinta Jika kau masih menuntut lebih dari cinta Tidak ada yang serumit dari cinta Jika kau masih membesarkan apa yang sepatutnya kecil Tidak ada yang seluas dari cinta Jika kau masih mempersempit pola pikir dan rasa Karena cinta, seindah apa yang ada   Situbondo,

    selengkapnya…

  • Puisi Mored: Legenda Tangis

      Oleh: Mahesa Asah*   Rindu Si Gila ;Kekasih Mimpi Altar waktu perlahan memungut rindu, dari belantara hutan-hutan dan jalan menapak.Mengutukiku dalam rentetan pujangga. Sementara serupa mata-matamu membumbung embuun panyejuk mataku. Bukit menjulang bersaksi riangnya candu,berbaris rapi menyambut sepucuk rindu sebelum dungu. Walau,tak bermahkota permata dan berjubah raja destinasimu menerima si buruk rupa tuk bertamu.

    selengkapnya…

  • Puisi: Manunggal Rasa

      Manunggal Rasa   Kemaren senja pucat pasih Memikul keranda air mata Sambil menunjuk-nunjuk Langit kemudian Bumi Menafsiri setiap desir angin Berembus mengolah kasih Lalu wajah yang lama ku hafal bertandang Membawa bingkisan roti impian Kemudian hening, lalu pening Lantaran bulan membawa sabit wajahmu Bersama alunan rebana Sampai ijab qobul Sampai melahirkan kasih-kasihmu Dalam lingkungan

    selengkapnya…

  • Puisi Mored: Malam Monokrom

    Oleh: Heru Mulyanto* Malam Monokrom Andainya malam bisa menggantikan siangDan siang tak pernah ada…Andainya senja tak pernah tibaDan malam menjadi abadi…Itu justru malah lebih baikHanya lampu, bulan, bintang, dan sepi… Jikapun senja tak pernah ada, maka Sukab tak akan mencurinya dan mengirimnya pada AlinaYah, aku juga tak tau mengapa kutulis tulisan iniLagi-lagi sampah… Aku hanya

    selengkapnya…