Pada
mulanya Alif begitu kesepian, maka lahirlah Romila
mulanya Alif begitu kesepian, maka lahirlah Romila
dari
setumpuk kata-kata dan tisu yang seluruhnya basah.
setumpuk kata-kata dan tisu yang seluruhnya basah.
Romila
bercerita kepada saya, bahwa sewaktu menulis dirinya, ada detik-detik di mana
Alif menggetarkan semesta Cerita Pendek yang tengah dibangunnya.
bercerita kepada saya, bahwa sewaktu menulis dirinya, ada detik-detik di mana
Alif menggetarkan semesta Cerita Pendek yang tengah dibangunnya.
โBukalah
halaman persembahan, Mas. Ada kalimat pendek yang susah payah ia tuliskan di
sana.โ
halaman persembahan, Mas. Ada kalimat pendek yang susah payah ia tuliskan di
sana.โ
Saya
pun membuka halaman yang Romila maksud, kemudian menemukan kalimat pendek itu: Sebuah kado di hari pernikahanmu.
pun membuka halaman yang Romila maksud, kemudian menemukan kalimat pendek itu: Sebuah kado di hari pernikahanmu.
โSiapa
yang menikah?โ
yang menikah?โ
Romila
menghilang.
menghilang.
โRomilaโฆ
Romilaโฆ di mana kamu?โ
Romilaโฆ di mana kamu?โ
Dari
balik pintu pada halaman sampul, ia muncul dan menampakkan separuh bagian
tubuhnya, โMaaf, Mas. Barusan masih mandi.โ
balik pintu pada halaman sampul, ia muncul dan menampakkan separuh bagian
tubuhnya, โMaaf, Mas. Barusan masih mandi.โ
โBoleh
aku masuk?โ
aku masuk?โ
โTentu.โ
Seketika
saya menemukan sebuah stasiun kereta, dengan langit senja yang berwarna oranye
seperti daging melon yang tengah saya kunyah. Ada 22 jalur dengan lokomotif dan
gerbong warna-warni serta tujuan masing-masing. Romila menggamit lengan saya.
Mengajak berkeliling stasiun dengan rambut tergerai dan pipi yang memerah.
Seketika saya tahu, Alif mempunyai imajinasi yang bagus.
saya menemukan sebuah stasiun kereta, dengan langit senja yang berwarna oranye
seperti daging melon yang tengah saya kunyah. Ada 22 jalur dengan lokomotif dan
gerbong warna-warni serta tujuan masing-masing. Romila menggamit lengan saya.
Mengajak berkeliling stasiun dengan rambut tergerai dan pipi yang memerah.
Seketika saya tahu, Alif mempunyai imajinasi yang bagus.
โMau
ke mana, Mas?โ
ke mana, Mas?โ
โTerserah,
asal bukan halaman pengantar.โ
asal bukan halaman pengantar.โ
โKenapa?โ
โKan
sudah diantar kamu.โ
sudah diantar kamu.โ
โMasak
di-skip sih, Mas?โ
di-skip sih, Mas?โ
โPaling-paling
Alif Cuma curhat di sana.โ
Alif Cuma curhat di sana.โ
Romila
tertawa renyah sembari menggamit lengan saya makin lekat.
tertawa renyah sembari menggamit lengan saya makin lekat.
โBaiklah
kita ke cerita pertama.โ
kita ke cerita pertama.โ
Saya
menemukan sebuah rumah yang sejuk di bawah rimbun pohon beringin. Seorang anak
perempuan kecil menggenggam bunga tampak bercakap dengan laki-laki tua. Entah
apa yang mereka bicarakan. Oh, di bawah beringin itu ada sebuah gundukan tanah.
Seperti makam seseorang yang teramat dicintai.
menemukan sebuah rumah yang sejuk di bawah rimbun pohon beringin. Seorang anak
perempuan kecil menggenggam bunga tampak bercakap dengan laki-laki tua. Entah
apa yang mereka bicarakan. Oh, di bawah beringin itu ada sebuah gundukan tanah.
Seperti makam seseorang yang teramat dicintai.
โApa
yang mereka berdua lakukan, Romila?โ
yang mereka berdua lakukan, Romila?โ
โDi
hari ulang tahun istrinya, laki-laki itu menulis cerita sementara anak kecil
itu tidak sabar ingin menaburkan bunga di pusara ibunya.โ
hari ulang tahun istrinya, laki-laki itu menulis cerita sementara anak kecil
itu tidak sabar ingin menaburkan bunga di pusara ibunya.โ
โCerita
yang sedih, bisakah kita lanjut?โ
yang sedih, bisakah kita lanjut?โ
โTentu
saja, Mas.โ
saja, Mas.โ
Selanjutnya,
saya melihat dua anak kecil yang sedang menyeberang, menjemput seorang
laki-laki yang sedang asyik menjadi narator.
saya melihat dua anak kecil yang sedang menyeberang, menjemput seorang
laki-laki yang sedang asyik menjadi narator.
โItu
cerita tentang apa?โ
cerita tentang apa?โ
โBanjir
Situbondo tahun 2008. Emmโฆ Kita lanjut saja, ya, Mas.โ
Situbondo tahun 2008. Emmโฆ Kita lanjut saja, ya, Mas.โ
โKenapa?โ
โAku
takut hantu.โ
takut hantu.โ
Lalu,
saya menyaksikan seorang perempuan yang pada waktu sehabis subuh tergesa-gesa
menuju stasiun.
saya menyaksikan seorang perempuan yang pada waktu sehabis subuh tergesa-gesa
menuju stasiun.
โKenapa
perempuan itu terburu-buru?โ
perempuan itu terburu-buru?โ
โAgar
kepergiannya tidak disadari oleh keluarganya, Mas. Ia perempuan yang telah
bersuami dan memiliki anak.โ
kepergiannya tidak disadari oleh keluarganya, Mas. Ia perempuan yang telah
bersuami dan memiliki anak.โ
โMemangnya
mau ke mana?โ
mau ke mana?โ
โBertemu
mantan kekasihnya.โ
mantan kekasihnya.โ
โSialan.โ
โBukankah
cinta adalah tentang meninggalkan dan ditinggalkan, Mas.โ
cinta adalah tentang meninggalkan dan ditinggalkan, Mas.โ
โSiapa
yang mengajarimu berkata begitu?โ
yang mengajarimu berkata begitu?โ
โAlif.โ
โHmmโฆ
Lalu, apa yang kemudian terjadi dengan perempuan itu?โ
Lalu, apa yang kemudian terjadi dengan perempuan itu?โ
Romila
diam, menggeleng dengan mata terpejam. Saya menyaksikan sendiri bagaimana di
akhir cerita, perempuan itu mengalami kejadian yang sebaiknya tidak saya
ceritakan. Suaminya menangis. Anaknya menangis. Masihkah harus saya tegaskan
jika ini adalah cerita sedih?
diam, menggeleng dengan mata terpejam. Saya menyaksikan sendiri bagaimana di
akhir cerita, perempuan itu mengalami kejadian yang sebaiknya tidak saya
ceritakan. Suaminya menangis. Anaknya menangis. Masihkah harus saya tegaskan
jika ini adalah cerita sedih?
โMau
lanjut, Mas?โ tanya Romila kepada saya, sambil mengusapkan tisu pada pipinya
yang kali ini basah.
lanjut, Mas?โ tanya Romila kepada saya, sambil mengusapkan tisu pada pipinya
yang kali ini basah.
โTidak.โ
โKita
baru saja melewati tiga cerita, masih ada sembilan belas cerita lagi.โ
baru saja melewati tiga cerita, masih ada sembilan belas cerita lagi.โ
โBisakah
kamu keluar sebentar, Romila? Makan bakso di Alun-Alun, atau kita cari warung
pecel. Aku lapar. Butuh makan dan ngopi.โ
kamu keluar sebentar, Romila? Makan bakso di Alun-Alun, atau kita cari warung
pecel. Aku lapar. Butuh makan dan ngopi.โ
โTidak
bisa, Mas. Nanti Alif marah.โ
bisa, Mas. Nanti Alif marah.โ
Maka,
saya keluar dari semesta kumpulan cerita pendeknya Alif. Meninggalkan Romila
beserta tokoh-tokoh lain di dalamnya. Sebenarnya saya tidak tega. Tapi apa
boleh buat. Saya lapar.
saya keluar dari semesta kumpulan cerita pendeknya Alif. Meninggalkan Romila
beserta tokoh-tokoh lain di dalamnya. Sebenarnya saya tidak tega. Tapi apa
boleh buat. Saya lapar.
Jadi,
pembaca sekalian. Bisakah kalian membeli kumpulan cerita pendek ini kemudian
melanjutkan catatan ini sambil menemani Romila bercerita? Sama seperti Alif,
pasti ia sangat kesepian.
pembaca sekalian. Bisakah kalian membeli kumpulan cerita pendek ini kemudian
melanjutkan catatan ini sambil menemani Romila bercerita? Sama seperti Alif,
pasti ia sangat kesepian.
Situbondo,
08 Maret 2019
08 Maret 2019

Tinggalkan Balasan