Launching Buku: Sisa Cahaya di Tubuh yang Retak

Segala hal tentang luka, kadang ada sebagian tersembunyi di balik senyum, menetap dalam diam, dan tumbuh menjadi lelah yang tak pernah benar-benar mampu diurai oleh cerita. Ada pula retakan yang datang perlahan, mengikis keyakinan, merenggut rasa percaya diri, hingga seseorang merasa asing terhadap dirinya sendiri.

Sisa Cahaya di Tubuh yang Retak adalah perjalanan menyusuri ruang-ruang sunyi dalam diri. Melalui puisi-puisi yang jujur dan intim, Syahrotun Navisyah merangkai kisah tentang luka, kehilangan, rasa bersalah, penghakiman, dan perjuangan seorang perempuan untuk menemukan kembali dirinya di tengah kehidupan yang kerap menuntutnya selalu kuat.

Di antara keinginan untuk menyerah dan keberanian untuk bertahan, ada proses panjang untuk belajar mengakui luka, mendengarkan diri sendiri, dan menerima bahwa tidak semua yang retak harus kembali utuh agar tetap berharga.

Buku ini sebuah upaya untuk berani untuk tetap tinggal bersama diri sendiri, bahkan ketika hidup belum sepenuhnya ramah. Sebab, bertahan tidak selalu berarti menjadi kuat, dan menerima diri tidak harus menunggu sampai semua luka memudar.

Barangkali, kita tidak selalu membutuhkan cahaya yang terang untuk menemukan jalan pulang. Hanya secercah cahaya yang tersisa sudah cukup untuk menuntun kita melewati gelap dan meyakinkan bahwa hidup masih layak dijalani.

Dalam tubuh yang retak, cahaya masih bisa tumbuh.

Sisa Cahaya di Tubuh yang Retak
Penulis: Syahrotun Navisyah, 2026
Cetakan Pertama, Oktober 2026
viii +160 halaman, 14 × 20cm
QRCBN 62-2715-4523-816Kontak Pemesanan: 0895-3889-06291

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alexong Cerpen Ramli Q.Z.

Cerpen: Perempuan yang Mengawini Senja

Ahmad Zaidi Apacapa Esai

Puthut Ea, Komunitas dan Hutang yang Dilunasi

Apacapa Silvani Damanik

Merayakan Kebhinekaan: Indonesia dalam Perspektif Kaum Muda

Agus Hiplunudin Buku Ulas

Politik Identitas di Indonesia Karya Agus Hiplunudin

Resensi Ulas

Tanah Surga Merah: Menikmati Kritikan yang Bertebaran

Agus Hiplunudin Cerpen

Cerpen : Kisah Cinta Adam Hawa Karya Agus Hiplunudin

Ahmad Zaidi Apacapa

Situbondo Penuh Cerita

Nuriman N. Bayan Puisi

Sekelopak Mata dan Puisi Lainnya Karya Nuriman N. Bayan

fulitik

Bang Zul Ajak OJK dan BI Berdayakan UMKM di Situbondo

Ihda Asyrofi Puisi

Puisi: Menaksir Zikir

Polanco S. Achri Prosa Mini

Di Salah Satu Kamar Mayat dan Prosa Mini Lainnya Karya Polanco S. Achri

Buku M Ivan Aulia Rokhman Ulas

Ulas Buku – Menceritakan tentang Hubungan Manusia dengan Jasad di Kubur

Uncategorized

Lomba Menulis Cerpen Tema Air Mata

Puisi Rizal Kurniawan

Puisi-puisi Rizal Kurniawan: Ibu Kota Baru Suatu Pagi

Ahmad Syauqil Ulum Puisi

Puisi – Nostalgia Bangunan Tua karya Ahmad Syauqil Ulum

Cerpen Imam Sofyan

Kitab Putih

Cerpen

Rumah Dalam Mata

Mored Nurmumtaz Sekar Ramadhan

Cerpen Mored: Secangkir Kopi

Moh. Imron Ngaleleng

Kendit Harmoni : Ketika Seni Menemani

Uncategorized

Keindahan yang Nyata Dengan Teknologi Hexa Chroma Drive