Momentum Strategis Pemekaran Baluran: Langkah Visioner Mas Rio untuk Situbondo Naik Kelas

 

Penulis: Yuda Yuliyanto* 

 

Geliat pembangunan di Kabupaten
Situbondo menampakkan harapan baru dengan munculnya gagasan brilian
dari Bupati Situbondo, Mas Rio, terkait pemekaran kecamatan. Sebuah langkah yang
bukan hanya tepat, namun juga strategis, terutama dalam konteks pengembangan
potensi wisata Baluran yang selama ini menjadi permata tersembunyi di ujung
timur Jawa. Kebijakan ini, jika terealisasi, akan menjadi tonggak sejarah yang
mengukuhkan visi “Situbondo Naik Kelas” yang digaungkan oleh sang
nahkoda pemerintahan.

 

Rencana Mas Rio untuk melakukan
pemekaran kecamatan di wilayah Baluran bukanlah isapan jempol belaka. Justru,
kebijakan ini selaras dengan landasan hukum yang kuat, sebagaimana tertuang
dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 

 

Pasal 221 secara eksplisit mengamanatkan pembentukan kecamatan
sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi pemerintahan, kualitas pelayanan
publik, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/kelurahan. Dalam konteks
Baluran, pemekaran kecamatan akan memecah rentang kendali birokrasi yang selama
ini mungkin menghambat akselerasi pembangunan dan pelayanan yang optimal bagi
masyarakat sekitar kawasan wisata.

 

Lebih lanjut, mari cek kembali Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan memberikan panduan teknis
yang jelas mengenai prosedur dan persyaratan pembentukan kecamatan. Hal ini
mencakup penataan batas wilayah yang cermat, pertimbangan perubahan nama
kecamatan yang relevan dengan identitas wilayah, hingga pelimpahan kewenangan
camat yang proporsional. 

 

Dengan berpegang pada regulasi ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo
di bawah kepemimpinan Mas Rio-Mbak Ulfi dapat memastikan bahwa proses pemekaran
berjalan sesuai koridor hukum dan menghasilkan struktur pemerintahan yang lebih
efektif dan efisien.

 

Dukungan
penuh patut kita berikan kepada Mas Rio atas inisiatif visioner ini. Pemikiran
beliau, saya kira jauh melampaui rutinitas birokrasi, menunjukkan pemahaman
mendalam akan potensi wilayah Baluran dan kebutuhan masyarakatnya. 

 

Pemekaran kecamatan bukan sekadar perubahan administratif,
melainkan sebuah investasi strategis untuk masa depan pariwisata Situbondo.
Dengan adanya fokus dan pengelolaan yang lebih intensif di tingkat kecamatan
yang baru, potensi wisata Baluran yang mendunia dapat digali dan dipromosikan
secara lebih optimal. 

 

Infrastruktur penunjang pariwisata, pemberdayaan masyarakat lokal,
serta pelestarian lingkungan Baluran sebagai aset berharga akan mendapatkan
perhatian yang lebih terarah. Ini juga sebagai langkah melepaskan Baluran dari bayang-bayang
Banyuwangi.

 

Oleh karena
itu, harapan besar kita titipkan kepada Mas Bupati untuk segera merealisasikan
gagasan cemerlang ini. Pembentukan tim khusus yang solid dan responsif menjadi
langkah krusial untuk mempercepat proses pemekaran kecamatan Baluran. 

 

Tim ini bertugas untuk mengkaji secara mendalam aspek geografis,
demografis, sosial-ekonomi, dan tentu saja, potensi pariwisata wilayah Baluran.
Hasil kajian komprehensif ini akan menjadi landasan kuat dalam merancang
struktur kecamatan baru yang ideal dan berkelanjutan.

 

Pemekaran
kecamatan Baluran bukan hanya tentang memecah wilayah administratif, tetapi
tentang menciptakan ekosistem pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat,
lebih responsif terhadap kebutuhan lokal, dan lebih fokus dalam mengembangkan
potensi unggulan daerah. Ini adalah wujud nyata dari komitmen untuk
meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan
publik. 

 

Dengan struktur pemerintahan yang lebih ramping dan terfokus,
diharapkan pelayanan kepada wisatawan dan masyarakat sekitar Baluran akan
semakin meningkat, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

 

Sebagai warga
Situbondo, kita patut bersatu mendukung langkah Mas Rio yang berani mengambil
langkah progresif dan visioner tersebut. Pemekaran kecamatan Baluran adalah bukti nyata
dari komitmen Mas Bupati untuk mewujudkan “Situbondo Naik Kelas” melalui
pengembangan potensi daerah yang strategis. 

 

Terakhir. Percayalah, sebentar lagi kita semua akan melihat Situbondo ke
depan menjadi lebih baik, maju, dan menyejahterakan masyarakatnya dengan dada
penuh kegembiraan.

_____

*) Penulis adalah dosen di Universitas Bondowoso. Aktivis PMII.

**) Editor: Hans. 

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi Uwan Urwan

Sajak Orang Gila

Penerbit

Buku: Kesiur Perjumpaan

Buku Ulas

Sundari Keranjingan Puisi dan Cerita-cerita Lainnya: Santai, Namun Serius Berkelakar

Ahmad Zaidi Cerpen

Balu dan Cerita-Cerita Aneh

Apacapa fulitik

Menggugat Integritas Pejabat Publik

Apacapa Madura

Kèta’ Kèdhung

Mored Nurmumtaz Sekar Ramadhan

Cerpen Mored: Secangkir Kopi

Apacapa

Kubangan dan Jalan Pulang

Aang MZ Puisi

PUISI: Antara Lidah-Api Karya Aang M,Z.

Cerpen M Firdaus Rahmatullah

Cerpen: Sebelum Kau Terjun Malam Itu

Apacapa Marlutfi Yoandinas

Literasi Bergerak di Taman Siwalan

Pantun Papparekan Madura Sastra Situbondo

Pantun Madura Situbondo (Edisi 4)

Ahmad Zaidi Cerpen

Cerpen : Sebuah Hujan dan Guguran Kesedihan Karya Ahmad Zaidi

Apacapa Marlutfi Yoandinas

Situbondo Makin Dingin Akhir-Akhir Ini, Tapi Tidak Bagi Imron

Apacapa Ulas

Realitas Kelam Rezim Orde Baru dalam Cerpen “Saksi Mata” Karya Seno Gumira Ajidarma: Pendekatan Mimetik

Ahmad Zaidi Apacapa Esai

Puthut Ea, Komunitas dan Hutang yang Dilunasi

Ahmad Maghroby Rahman Esai

Bejo, Suhaden, Kopi, Senja dan Rendra

Kyaè Nabuy Madura Syi’ir Totor

Syi’iran Madura: Oḍi’ Mellas

Apacapa Baiq Cynthia

Angin yang Berembus Rumor Mantan di Bulan Agustus

Cerpen Iffah Nurul Hidayah Mored Moret

Cerpen Mored: Percaya