Menjadi Kepala Sekolah yang Inovatif

Kepala sekolah merupakan penggerak utama dalam sebuah lembaga pendidikan selain guru dan beberapa elemen penting di sekolah yang memiliki peran dalam memajukan sekolah. Kepala sekolah yang memiliki visi memimpin yang baik tentu akan memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan sekolah yang dipimpin. Sebaliknya kepala sekolah yang tidak memiliki visi memimpin yang jelas dalam tanda kutip hanya sebatas formalitas tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman apapun tentang posisinya tentu tidak akan membawa perubahan yang signifikan dalam mengangkat mutu sekolah kearah yang lebih baik dan unggul.

Kepala sekolah sebagai guru ditugaskan untuk memimpin sekolah, mengelola pendidikan, dan meningkatkan mutu pendidikan. Pada ranah tersebut setiap kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan siswa dan guru, tentunya melalui penerapan teknologi dan metode pengajaran terbaru sesuai aturan. Duduk perkaranya apakah kepemimpinan kepala sekolah di Indonesia sudah sesuai dengan tupoksinya masing-masing?

Kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran kreatif dan kolaboratif, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pendidikan. Tentu kita sepakat bahwa siswa berkualitas dilahirkan oleh sekolah yang juga berkualitas baik dari segi kepemimpinan kepala sekolah, guru yang mengajar beserta metodenya, program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk juga fasilitas yang ada dalam sekolah yang harus terpenuhi dengan baik. Semua alat dan perangkat yang dimiliki harus dimaksimalkan oleh kepala sekolah dan guru untuk menciptakan budaya sekolah yang aktif dan inovatif serta melahirkan generasi hebat yang dicita-citakan oleh undang-undang dasar.

Di sinilah peran  kepala sekolah sebagai pemimpin memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya sekolah yang inovatif untuk selalu berkembang. Mereka harus mampu mengidentifikasi kebutuhan unik dari komunitas sekolah mereka dan menerapkan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, penerapan kepemimpinan inovatif juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Kepala sekolah harus menghadapi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pedagogi terbaru. Strategi untuk mengatasi tantangan ini termasuk membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mengembangkan program pelatihan untuk guru, dan menciptakan lingkungan yang mendorong inovasi dan eksperimen.

Di sisi lain pemerintah terus berupaya menciptakan leadership yang handal dalam dunia pendidikan baik itu melalui program guru penggerak, PPG, platform merdeka belajar semua itu merupakan penunjang yang tepat untuk mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia yang harus dioptimalkan oleh semua elemen yang terlibat.

Selain itu inovasi akan beriringan dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang positif, baik itu didalam kelas ataupun budaya kerja yang berkaitan dengan profesionalitas guru di lingkungan sekolah. Tugas kepala sekolah tentu akan membawa inovasi baru pada lembaga satuan pendidikan dalam menjalankan beberapa prinsip penting yang bisa menjadi pelajaran.

Komunikasi yang Terbuka dan Transparan

Kepala sekolah yang terbuka dan transparan dalam menyampaikan informasi atau kebijakan kepada staf menciptakan rasa kepercayaan dan keterlibatan yang tinggi. Komunikasi yang baik juga mempermudah dalam menyelesaikan masalah yang mungkin timbul di sekolah.

Memberikan Penghargaan dan Apresiasi

Mengakui pencapaian dan usaha staf adalah cara efektif untuk membangun semangat kerja. Penghargaan dapat berupa penghargaan formal maupun informal, seperti pemberian sertifikat, pengakuan dalam rapat, atau bahkan ucapan terima kasih yang sederhana.

Mendorong Inovasi dan Kreativitas

Kepala sekolah yang efektif memberi ruang bagi guru dan staf untuk mengembangkan ide-ide baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dukungan terhadap inovasi akan menciptakan suasana kerja yang dinamis, dimana setiap anggota merasa didorong untuk memberikan kontribusi terbaik mereka.

Dari ketiga prinsip diatas tentu peran kepala sekolah sangat penting jika dilihat dari tugas dan fungsinya sebagai manajer di sekolah yang menentukan kualitas sekolah yang dimpimpin. Dalam manajemen sekolah, seorang kepala harus bisa meningkatkan produktivitas sekolah itu sendiri dan semua itu akan berdampak besar pada prestasi dan suasana di lingkungan pendidikan.

Penulis

  • Penulis bernama lengkap Indra Andrianto. Lahir di Bondowoso pada bulan Maret 1995. Penulis buku Kumpulan Opini #Merawatingat (terbit tahun 2018) dan Catatan Bingung (terbit tahun 2022). Penulis juga aktif menjadi pendidik di JB School Badung, Bali.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen M Firdaus Rahmatullah

Cerpen: Sebelum Kau Terjun Malam Itu

Achmad Muzakki Hasan Buku Kiri Soe Hok Gie Ulas

Tentang Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan

Anwarfi Faris Al Faisal Puisi

Puisi-puisi Faris Al Faisal

Agus Hiplunudin Cerpen

Cerpen : Sepotong Kue Kekuasaan

MH. Dzulkarnain Puisi

Puisi: Kampung Halaman

Apacapa

Takdir dan Hal yang Tiada

Puisi

Klandestin dan Puisi Lainnya

Cerpen

Cerpen: Seorang Perempuan dan Tengkorak di Pelukannya

Apacapa Esai Haryo Pamungkas

Ketemu Mas Menteri di Warung Kopi

Apacapa fulitik Yuda Yuliyanto

Momentum Strategis Pemekaran Baluran: Langkah Visioner Mas Rio untuk Situbondo Naik Kelas

Apacapa Ipul Lestari

Taman Hidup; Suatu Ketika di Tahun 2017

Advertorial

Memiliki Banyak Rekening Bank, Memangnya Perlu?

Apacapa Haryo Pamungkas

Terapi di Warung Kopi

Nurillah Achmad Puisi

Puisi: Mata Air Kehidupan

Apacapa Esai

Gemalaguna: Menjaga Alam, Menjaga Manusia

Agus Hiplunudin Cerpen

Cerpen Maha Dewi

Advertorial

Aturan Pemasangan Panel Surya

arifa amimba Mored Moret Puisi

Puisi Mored: Mengeja dan Puisi Lainnya

Buku Syukron MS Ulas

Resensi: Novel Warisan

Apacapa Kampung Langai Situbondo Wilda Zakiyah

Festival Kampung Langai 6: Pertemuan dengan Sosok yang Lain