Kategori: Puisi
-
Setan Rindu dan Puisi Lainnya Karya Rudi Santoso
PUISI RUDI SANTOSO* TASBIH CINTA Biarkan aku berkelana dalam hitungan tasbihmu Menjadi seorang yang diharapkan Dengan doa-doa yang ingin kau semogakan Sehingga kita bisa menjadi sepasang kekasih Yang sah dengan sanksi kedua orang tua 2019 SEBUT AKU DALAM DOAMU Dari gelisah dan detak jantungmu Sebut aku dalam doa Karena aku percaya Doa adalah mantra yang
-
Puisi : Tikungan Berdebu Karya Ayif Saifir R.
Puisi-Puisi Saifir Rohman Kenangan Sang Bapak Bapak duduk menghadap pintu di ruang tamu. Lengannya bersendekap, punggungnya menempel ke sandaran kayu. Katanya, ia sedang memeriksa bekas tusukan paku, seraya meraba-raba benjol ungu pukulan sang palu. Ya, di masa mudanya, Bapak adalah seorang perantau dan tukang kayu. Sebagai kenangan yang dihadiahkan masa muda, keduanya, bagi Bapak, terlalu
-
Puisi : Hujan yang Merenung dan Puisi Lainnya Karya Rizal Fathurrohman
Puisi-puisi Rizal Fathurrohman Di Tebing senja orang-orang Breksi berjalan di jalan yang sedikit bermata matahari senja. Orang-orang mulai gusar dengan berhenti di rambu-rambu warna hijau banyak matahari sore yang baru tahun ini seperti senja(ta)mu kemarin yang mengoyak hari-hari terkahir sukmaku. Yang nampak indah di matamu dibanding senja yang dulu pernah kita lihat bersama di batu batu,
-
Puisi : Kisah Angsa Jantan Karya Fahris A.W.
Puisi-Puisi Fahris A.W. KISAH ANGSA JANTAN Suatu senja di musim kemarau nan gersang Ketika butir debu menyeka air mata Dari tangis rumput kecil di tanah tandus Yang menjadi saksi jejak kaki sang angsa Melangkah lunglai dengan mata buta Mencari sang betina yang lama terpisah Berjalan…terusberjalan… Hanya arah angin sebagai penunjuk jalan Dengkik sayap di tengah
-
Puisi : Dalam Kanvas dan Puisi Lainnya Karya T. Rahman Al Habsyi
Puisi-puisi T. Rahman Al Habsyi Tepi Bukit Panduman Ilari dibawah bulan yang tidak begitu terang sekitar tampak hitam legam dingin menusuk-nusuk tulang dan badan kau bercerita segala isi dalam dada arah pandang kita menatap lampu temaram kota kita sekarang di puncak Desa Panduman istimewa sebagai dua orang yang sama-sama terluka dipaksa untuk tertawa malam makin
-
Puisi : Cerita Terompah Tua dan Puisi Lainnya Karya Bang Yof
Puisi-puisi Bang Yof Cerita Terompah Tua Nenekku dulu bercerita: perihal terompah tua yang selalu ia guna setiap ke ladang padi kini terompah tua berganti sepatu kulit buaya. Nenekku dulu bercerita: dahulu sungai ramah, ladang puyangku cari nafkah kini luapan murkanya dimana-mana. Nenekku dulu bercerita: dahulu hutan kita hunian harmoni para kera, gajah, rusa dan kenari
-
Puisi : Aku Mengecup Hujan Karya Toni Kahar
PUISI-PUISI TONI KAHAR AKU MENGECUP HUJAN Tentang Malam Malam sudah pekat di mataku Rasanya pahit Aku tak bisa merebahkan di suntuknya Keheningan berubah mimpi Yang tak bertujuan Aku pasrah pada hujan saja Yang masih bersembunyi di langit pulau Di mana ibuku selalu menangis pada tuhan Malam, di mataku suatu waktu Yang belum terang Pekatnya seakan
-
Puisi : Nafsu Pohon Surga dan Puisi Lainnya Karya Nurillah Achmad
Puisi-Puisi Nurillah Achmad Harga Penebus Ampunan Kuabadikan namamu dalam puisi sebagai cecunguk setan yang membelah diri menjadi bulu kerampang sebelah lagi menjelma begu bermain pedang tak lupa kurapalkan ajimat nenek moyang sebelas kali berulang-ulang lalu disemburkan ke pelepah pisang (ango’an potè tolang ètèmbhâng potè mata) lebih baik mati daripada menanggung malu malu aku bertalang-talang
-
Secangkir Kopi dan Puisi Lainnya Karya AF. Qomarudin
Puisi – Puisi AF. Qomarudin MASA LALU Suara-suara yang lampau itu kembali terdengar Di antara rindang pohonan yang menyimpan Segala kenangan pada masa lalu. Jamuran ya gege thok Jamur apa ya gege thok. Lalu kau akan dapati kembali Diri kita pada masa kecil dulu Bernyanyi, berlari, menari Dan entah berasik riang bagaimana lagi. Tapi bukankah