Tanahku Bersaksi dan Puisi Lainnya


Layar Tancep

menatap layar yang buram
serasa pikiranku nyenyak
dalam mengklik tombol lanjut
tak terasa ruang penuh khayalan

berhamburan berita derita
tanah Pusaka terlunta-lunta
mencari jalan sepi menguatkan jati diri Negeri
kita masih waras, etika menjadi tameng

pemuda menyuarakan keadilan
atas dasar kebebasan demokrasi
kita punya mimpi
membuka gerbang kemerdekaan bangsa

Purwakarta, 8 September 2025


Berkunjung ke Gedung

menjemput rindu yang terpenjara
dari keangkuhan penguasa
lemparan impian dihadang senjata
sedangkan kami hanya mental berani

Lantunan doa paling panjang
beramai-ramai menghiasi jalan
menujumu di gedung yang murung
aku hampir terkurung

ingin berkunjung kesejahteraan
bukan memporak-porandakan fasilitas

Purwakarta, 8 September 2025


Tanahku Bersaksi

di seberang sana suara bersahutan
melempar rasa cemas yang membakar
kepulan asap sebagai simbol keprihatinan
kebijakan menampar segala ketenangan

aku yang jauh ikut pengaruh
meredam segala pikiran yang kisruh
hati bergejolak seakan ingin bergerak
ruang terasa sesak oleh berita-berita duka cita

Negeri menanggung segala luka
merambat ke sendi-sendi kehidupanku
karuniakan ketenangan dan kedamaian
tanahku pijakan kebahagiaan

Purwakarta, 10 September 2025

Penulis

  • Dzakwan Ali. Penggerak seni  dan Literasi Kampus Mahad Aly Kebon Jambu Cirebon, Penggagas komunitas Santri Menulis, Pendiri Latar Karya Temulawak. Duta Baca Kabupaten Indramayu tahun 2023, Pemuda Pelopor bidang seni dan budaya Indramayu 2024-2025. Menerbitkan 4 buku solo “Sejuta Rasa Cinta, Berakit-rakit Untuk Bangkit, Sang Pengabdi, Menapaki JejakMU” Pembaca puisi di acara-acara. karya-karyanya terbit di media koran Halaman Gelemaca Cirebon, Legok Media, Website Kebon Jambu, suara krajen, serumpun Bambu, Negeri Kertas, majalah Horizon, parahyangan, sigap gemilang, media idestra, IG residensi sastra, erka pro, nongkrong id, peka, Majalah Apajake, Urupedia, Nyimpang, Tiras Times, Media Literasi Senja, Jurnal Puisi Cinta dan media Disdik Purwakarta.

    Nomor Hp 083878764041

    fb Dzakwan Ali senang

    Ig@pengedaraksara


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Apacapa covid 19 Marlutfi Yoandinas

Di Tengah Pandemi Kita Bisa Apa?

Buku Dani Alifian Ulas

Ulas Buku: Dahulu Mereka dan Puisi

Yopie EA

Harapan Baru bagi Warner Bros?

Moh. Gufron Cholid Puisi Sastra Minggu

Kitab Cinta dan Puisi Lainnya

Alex Cerpen

Cerpen: Masalah Ketika Ingin Menjadi Dewasa

Cerpen Nurmumtaz Sekar Ramadhan

Cerpen: Pohon yang Rapuh

Apacapa Kampung Langai Situbondo

Abâli Polè Ka Kampung Langai

Arum Reda Prahesti Cerpen

Cerpen : Nyata dan Maya

Nanda Adi Kurniawan Puisi

Puisi: Bunga Malam

Apacapa

Kicau PBB: Jebakan Paranoid Ala Riski

Agus Hiplunudin Apacapa

Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Profesionalisme Asesor

Cerpen

Cerpen : Dua Anak Kecil yang Menyeberang

Apacapa Ferdiansyah fulitik

Rakyat Rebutan Minyak Goreng, Partai Moncong Putih dan Partai Mercy Rebutan Kursi

Cerpen Gusti Trisno

Cerpen – Tajhin Palappa dan Segenap Dendam Amerta

Apresiasi Ridha Aina T

Musik Puisi – Sepi dan Emosi

Moh. Imron Puisi

Langai; Selimut Duri

Fuad Najib Arrosyid Resensi

Resensi: Di Ambang Mitos dan Realitas Saranjana

Puisi T. Rahman Al Habsyi

Puisi : Dalam Kanvas dan Puisi Lainnya Karya T. Rahman Al Habsyi

Muhaimin Prosa Mini

Tahun Baru? Why Not?

Apacapa Sejarah Situbondo

Diskusi Penyelamatan Cagar Budaya: Sebuah Ikhtiar Membuka Mata Pemerintah Situbondo