Tag: puisi
-

Timbangan dan Puisi Lainnya
Timbangan pagi belum genappasar lebih dulu percayapada bunyi-bunyinya logam beraduplastik ditarik panjangsandal menyeret sisa tidur berapa? kata itu jatuhsebelum niat selesai timbangan diletakkansedikit condong ke kiri cabai rawit dijatuhkansatu, duayang ketiga lama di genggaman “segini.” mata menimbangsebelum besi bekerja di piring lainutang kemarin ikut naikpagi yang lekas habis “kurangi.” jarum bergerakmelewati tengahkembaliseperti ragu “cukup,”(padahal belum)
-

Rimba Simularka dan Puisi Lainnya
Rimba Simularka kugali petak-petak malamketika kesepian bercabangpada tepian jurangserta lembahyang tak kupahami mengapaseniman besar larut dalam depresimerebahkan lehernya padakapak maut berserah aku dan Galactus mungkin samahaus kepala. mendamparkan 360berhala di tepian kabah. di jalanpenghabisan ke Madinah, Yastribyang renta seperti jaring lelaba kusidik gebalau di malam butaketika bibirmu menggerus bibirkuketika tapakmu mengelus pohonkukau cemburu; manusia pertama
-

Musnahlah dan Puisi Lainnya
Pemimpinku Sehelai daunyang mudah goyaholeh angin barat Eropadan angin timur Cina. Kami rakyatnya,terombang-ambing karenanya. Purbalingga, 2026 Al-Karim aku berjalan menyusuri kotaaku menyaksikan tukang becak bermandikan peluhaku melihat pedagang kaki lima berkarib dengan matahari, hujan dan malamaku menyaksikan penjual sayur membangunkan bumi dari tidurnyaaku melihat satpam-satpam meninabobokan bumi dan malamaku melihat penjual jamu keliling mengasah pikirannya
-

Tanahku Bersaksi dan Puisi Lainnya
Layar Tancep menatap layar yang buramserasa pikiranku nyenyakdalam mengklik tombol lanjuttak terasa ruang penuh khayalan berhamburan berita deritatanah Pusaka terlunta-luntamencari jalan sepi menguatkan jati diri Negerikita masih waras, etika menjadi tameng pemuda menyuarakan keadilanatas dasar kebebasan demokrasikita punya mimpimembuka gerbang kemerdekaan bangsa Purwakarta, 8 September 2025 Berkunjung ke Gedung menjemput rindu yang terpenjaradari keangkuhan penguasalemparan
-

Leppet Madhura dan Puisi lainnya
Falsafah Carok di Tangan Madura Madura masih menyimpan misteri ilahiSampai tanah dan darah yang merahTak merelakan harus terjadi di tanah ini Musim kemarau di bulan lalu mengabarkanPada hujan tentang celurit yang terkaparMadura, selalu tetap siaga, selalu tergesa-gesa Di sudut layar ini, mereka tak tahu arahSuara dari langit mengajak nada meragukanPadahal semua perjalanan telah dilaluinya Langkah
-
Puisi: Harjakasi Karya Wilda Zakiyah
HARJAKASI Letup kembang apiRiuh ucapan di pagi hariHanya bayangan dalam lembah seremoniAku mulai dungu dengan hari kotaku sendiri Menelisik suara setujuan dan sekelumit bantahanHarusnya kotaku terlahir kembaliMerakit gedung, memapah hutan lindung, kemudian aku masuk dalam kandung. Hari ini (bukan) hari jadi kabupaten situbondoSebab kotaku tak lahirMati suri di persimpangan miris dan deru tangisTerbaring dalam pangkuan