Ulas Buku: Perjalanan Melarikan Luka

Judul :I Love View

Pengarang
: Azzura Dayana

Penerbit
: Indiva Media Kreasi

Cetakan
: Pertama, Januari 2021

Tebal : 232 halaman

ISBN
: 978-623-253-027-0

Oleh:
Thomas Utomo

Apakah
waktu bisa menyembuhkan luka hati yang menganga karena ditikam rasa? Dapatkah
bentang jarak mengobati dada yang lebam membiru lantaran dihantam
pengkhianatan?

Sonia,
gadis muda yang tidak menyukai bunga. Bukan phobia.
Berbilang kali, segala yang bersalut keindahan, justru menyakitinya: perempuan
cantik yang menggeser posisi ibu di bilik kesetiaan ayah; gadis rupawan yang
tidak hanya merenggut teman-teman kantor, tapi juga calon suami; persahabatan
tulus platonik yang terpecah-belah. Sonia tidak percaya lagi kepada paras dan
sikap menawan. Cantik dan baik itu omong kosong! Hanya alat untuk memperdaya!

“Kata
siapa bunga itu indah? Bunga itu … pisau yang membunuh!” (halaman 17).

Sonia
berkemas: mundur dari pekerjaan, pamit dari lingkar pertemanan. Dia bergegas
melarikan kaki juga hati ke negara tetangga; Singapura, Malaysia, berharap
lubuk rasa yang kian compang-camping dapat ditambal secara perlahan.

Namun
kenyataan kembali melenceng dari harapan. Masa lalu dengan segala kepahitannya
yang dia kira tertinggal di belakang, malah merangsek ke hadapan, menggoyang
kedamaian yang susah payah dibangun. Ujian berikut menyusul: kecelakaan dan
penjambretan. Kejadian beruntun itu akhirnya memaksa Sonia menghadapi masa lalu
dan—terutama—menghadapi diri sendiri.

“Kalau
pun kamu belum bisa memaafkan sekarang, kamu bisa memberitahukan bahwa kamu
akan memaafkan mereka pelan-pelan secara bertahap. Terkadang, ada hal-hal baik
yang terhalang jalannya karena kita menutup pintu-pintu lainnya. Pintu maaf.
Pintu silaturahmi. Jangan sampai jalan itu terlalu lama menunggumu. Kalau
terlalu lama, jalan itu akan tertutup belukar, semakin menyemak, dan tak
beraturan.” (halaman 146).

Kandungan
uatama novel yang diganjar Special Award
Kompetisi Menulis Indiva 2020 ini adalah motivasi bagi pembaca muda untuk
berani menghadapi ujian rasa—apapun ragamnya. Tidak masalah memberi jarak
sejenak antara diri dengan masalah, tapi bukan berarti meninggalkannya sama
sekali.

Ganjalan
berarti dalam novel ini: tokoh Seon, sahabat lama Sonia yang didaku sebagai
pemuda Korea, entah kenapa tidak meyakinkan menyandang predikat sebagaimana
tersebut. Dia seperti pemuda Indonesia selayaknya: pola pikir, cara bertutur,
maupun sikap. Demikian pula Hilyah, keturunan bangsawan Arab Saudi,
berkewarganegaraan Malaysia. Tidak ada lanjaran kuat, selain sekadar label,
yang dapat meneguhkan pembaca betapa dia memang benar-benar layak dipercaya
sebagai gadis gurun pasir berkebangsaan Negeri Jiran.

Untunglah
dari segi pelukisan tempat dan suasana—seperti Geylang dengan PSK yang
berlalu-lalang menjaring pelanggan (halaman 11-23), Melaka dengan bentang landmark Masjid Terapung Selat Melaka,
Benteng A Famosa, istana kesultanan Melayu (halaman 60-73), dan Wetlands Park di Putrajaya dengan danau,
padang rumput, dan burung-burung flamingo (halaman 138-1490—terasa amat meyakinkan.
Ini dapat dimengerti, sebab pengarang secara nyata memang telah menjelajah
lokasi-lokasi yang dia paparkan—sebagaimana terungkap dalam jejak foto di akun Instagram pribadinya @azzuradayana maupun
menurut pengakuannya sendiri dalam bedah buku ini yang dilangsungkan secara
virtual (14/2/2021).

 

*Thomas Utomo, guru SD Negeri 1 Karangbanjar,
Purbalingga, Jawa Tengah. Pekerjaan sampingan lainnya adalah penulis serabutan
di banyak media massa, editor perempat waktu, dan pedagang toko kelontong.
Dapat dihubungi lewat nomor 085802460851 dan surel utomothomas@gmail.com.

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Apacapa Mored Vania Callista Artanti

Curhat: Pak Menteri, Kami Jenuh!

A. Zainul Kholil Rz Buku Ulas

Ulas Buku: Tawaf Bersama Rembulan

Apacapa Ipul Lestari

Memeluk Bayangmu di 1250 MDPL

Cerpen Ruly R

Cerpen: Balada Kesibukan

Cerpen Imam Sofyan

Cerpen: Rentenir

Cerpen Haryo Pamungkas

Cerpen : Permainan Pelukan Karya Haryo Pamungkas

Cerpen Nisa Ayumida

Cerpen : Akibat Dari Salon Kecantikan

Apacapa Moh. Imron

Mara Marda: Keajaiban Datang Kemudian

Ahmad Maghroby Rahman Apacapa

Sepotong Surat Suara untuk Mantanku

Apacapa covid 19 Mirrabell Frederica Hadiwijono Vaksin

Story Telling: Masih Takut Vaksin ?

Apacapa fulitik matrais

GOR BK Serius Amat, Ini Usulan Nama Alternatif yang Patut Dipertimbangkan

Apacapa Muhammad Riyadi

Menakar Pilkada di Kota Santri: Pengaruh Pesantren dan Politisasi Identitas

Buku Thomas Utomo Ulas

Ulas Buku: Bahagia Mencintai Diri Sendiri

Cerpen Ulfa Maulana

Cerpen: Peri dan Kekuatan Kenangan

Apacapa

Ketika Media Sosial jadi Racun Sunyi

Buku Indra Nasution Ulas

Ulas Buku – Jurnalisme dan Politik di Indonesia, Biografi Mochtar Lubis

Puisi Tjahjono Widarmanto

Ayat Nostalgia dan Puisi Lainnya Karya Tjahjono Widarmanto

Cerpen Muhtadi ZL

Cerpen: Senja yang Menyakitkan

Cerpen

Cerpen – Rindu

Advertorial

Cara Praktis Daftar Akun M-Banking BRI Lewat Mesin ATM serta Manfaat Menggunakannya