Tahun: 2017

  • Kutu dan Monyet

    Oleh : Levana Azalika Kalau kalian menyangka ini cerita berunsur genre fabel, kalian salah besar. Ini cerita tentang dua orang lawan jenis yang kerjanya kalau nggak berantem, ya adu mulut. Eh, sama aja deng :v. ‘Chotto matte’ “Keiko- chan, nande?” ‘Aku takut gelap’ “Nani?” ‘Kamu tidak tau aku takut gelap dan kamu tidak tahu jika

    selengkapnya…

  • Aku Bukan Pejuang Love Cyber

    Oleh: Nanik Puji Astutik Kali ini saya mau menulis sesuatu. Cuman mau menjawab pertanyaan seseorang saja. Tapi saya berharap,semoga tulisan ini bisa mewakilkan semua pasangan jikalau setuju dengan tulisan saya. Beberapa waktu lalu,saya menerima pesan dari seorang teman. Dia bertanya “apakah kamu bahagia dengan pernikahanmu? Sedangkan aku tidak pernah melihat statusmu yang mencurahkan isi hatimu

    selengkapnya…

  • Generasi Z bertanya soal isu PKI

    Oleh : Randy Hendrawanto Generasi Z sedang risih dengan isi beranda facebook-nya yang berseliweran isu tentang PKI, status calon gebetan sampai status mantan hilang dalam timeline beranda karena tertimpa isu PKI. Akhirnya daripada penasaran tanya ke si Mbah di sebelah rumah. Z : Mbah kok pada rame soal PKI tiap September? X : Ya karena

    selengkapnya…

  • Gepsos: Merayakan Kemerdekaan ke 72

    Sekali bendera dikibarkan hentikan tangisan dan ratapan! Oleh : Indra Nasution Suasana pagi yang penuh haru rindu pada masa-masa yang dirindukan. Patut diingat oleh seluruh generasi ke genersi dimana mengingat masa lalu yang begitu bersejarah. Mempertahankan sesuatu yang sepatutnya kita miliki bagaimana cara agar tidak jatuh pada pelukan, genggaman orang lain ya …! Pastinya bukan

    selengkapnya…

  • Kisah Kenang dalam Jasa Sahabat

    Oleh: Musthofa Zuhri Ngobrol santai di pondok Manarul Quran dengan pengasuhnya DR. KH. Abdul Wadud Nafis Hujan begitu deras, ketika menyambangi sahabatku ini. Masih kuingat, suaranya nyaring terdengar di speaker masjid dan aku tak sempat ikut sholat Magrib di rakaat pertama. Jadilah makmum masbuk. Ach…  Sehabis salat, sang pengasuh menyapaku. “Lama kita tak berjabat tangan

    selengkapnya…

  • Kekerasan Budaya Pasca 1965

    Dokumentasi Diskusi Kekerasan Budaya Pasca 1965 Oleh : Sutrisno Dalam sejarah konstelasi politik internasional tidak dapat dipisahkan dari pertarungan dua blok besar di dunia, yaitu blok komunis sosialis dengan blok kapitalis. Baik ketika perang dunia I maupun II, bahkan sampai pada awal 1960an sampai 1970an yang disebut dengan perang dingin atau clash of civilication (perang

    selengkapnya…

  • Seuntai Pengorbanan

    Oleh : Zainul Anshori Hari semakin siang, matahari tepat di sekitar tengah tengah kepala. Rasa panas kulit tak sepanas saat hati terasa sakit, saat diabaikan semua rasa yang saya pikul, entah kepada siapa aku mengeluh,mengadukan nasib seberat semut memikul buah durian. Ya ……! Apakah patut, rasa yang ingin diperjuangkan bisa dikatakan pengorbanan …? Dan rasa

    selengkapnya…

  • Gepsos dan Kisahnya

    Oleh : Indra Nasution Di sekitaran pukul 02.00, teman-teman baru pulang dari warung plur di alun alun. Bukan langsung pulang kerumahnya masing-masing, melainkan masih ngobrol-ngobrol santai di basecamp Gepsos atau Gerakan Pemuda Sosial. Ada banyak teman Gepsos yang ngobrol soal kehidupan dan percintaan. Diantaranya adalah Baker, Wandi, Veri, Ipong, Nong dan saya. Yang mengawali ngobrol

    selengkapnya…

  • Body Shaming: Pelecehan, Bukan Lelucon

    Oleh: Raisa Izzhaty Selama kurun waktu satu bulan, saya telah memblokir delapan orang di media sosial saya. Tiga di antaranya adalah teman baik saya. Alasannya mungkin terdengar sederhana: mengomentari bentuk tubuh saya. Saya tidak mengelak jika dengan bobot 65 kilo lengan saya dikatakan seperti samsak tinju. Atau paha saya seperti gentong. Atau yang lebih parah,

    selengkapnya…

  • Nasi Karak, Takar dan Ghesseng

    Nasi Karak, Takar dan Ghesseng

    Pagi itu selepas subuh, saya bangun dari tidur yang tak nyenyak. Saya duduk sebentar, rebahan lagi mengambil posisi paling nyaman dan kemudian bersiap melanjutkan tidur. Tidur yang benar-benar tidur. Saya berniat tak akan bangun-bangun lagi sampai sore. Tidur sampai puas. Tetapi, saya baru sadar bahwa pada malam hari sebelumnya saya kebagian tugas membeli ikan ke

    selengkapnya…