Puisi Anak Karya Muhammad Lutfi

Puisi anak-anak karya Muhammad Lutfi
Semangat Pagi
Pagi
yang disapa mentari
Membuatku
semangat berkobar-kobar bagai api
Menyapa
ibu-guru di sekolahku yang kusanjung dalam hati
Kulangkahkan
kaki melewati kemalasan dan gengsi
Dan
di bangku sekolah ini
Kunikmati
ilmu-ilmu penuh berkah dan Ridha Ilahi
Solo, 15 Maret
2018

Kelereng di
Halaman
Kelereng
hijau berputar-putar tak jemu
Menyapu
debu di halaman rumah ibu
Menerjang
hujan siang ini yang memar biru
Kulempar
dan kuhantam kelereng-kelereng bisu
Dengan
kemenangan permainan gundu
Solo, 15 Maret
2018
Taman Baca
Taman-taman
bersuka ria
Hatiku
riang gembira
Menari
bersuka ria
Duduk
di sepoi rumput berembun sahaja
Aku
sejuk dan bersuka ria
Melepas
sedih dan berbahagia
Di
Taman Baca
Solo, 15 Maret
2018
Anak Soleh
Jadilah
anak yang rajin mengaji
Dan
hormat pada guru sertai kiyai
Lebih
bagus kalau menjadi santri
Siapa
tahu kalau besar menjadi kiyai
Salat
wajib dilakukan
Kalau
puasa jangan makan
Sebab
dilarang Tuhan
Dan
selalu menjadi anak cerdas serta beriman
Solo, 15 Maret
2018
Rajin Berbuah
Sukses
Kalau
engkau anak yang baik
Maka
berusahalah dengan tekad terbaik
Membuka
jalan pemikiran masa depan serta jadi yang terbaik
Solo, 15 Maret
2018
Hemat Pangkal Kaya
Simpan
uangmu
Jangan
boros menuruti perutmu
Berpikir
mengharap sesuatu
Dan
sisihkan sedikit di kantong baju
Agar
bisa membeli keinginanmu
Solo, 15 Maret
2018
Jangan Berkelahi
Sesama
teman jangan bertengkar
Seperti
ayam dalam sangkar
Kalau
diadu mencakar-cakar
Jangan
bertengkar!
Sebab
hati baik selalu bersabar
Solo, 15 Maret
2018
Patuhlah pada Ayah
dan Ibu
Kalau
mendengar perintah ayah dan ibu
Segera
berlari jangan menunggu
Berbakti
pada kaki ayah ibumu
Agar
surga selalu bersamamu
Solo, 15 Maret
2018
Tolonglah Orang
Miskin
Bila
melihat pengemis
Air
mata berbuih tangis
Hati
terkikis
Penuh
tangis
Melihat
orang miskin menjadi pengemis
Tolonglah
dengan harta dan keringat di pelipis
Solo, 15 maret
2018
Jujurlah
Kalau
ingin meraih impian
Jadilah
orang jujur dan beriman
Sebab
orang jujur selalu dalam rasa aman
Bahagia
dipenuhi kenikmatan
Solo, 15 Maret
2018
Biodata Penulis
Penyair
bernama Muhammad Lutfi ini lahir di Pati, 15 Oktober 1997. Belajar menulis
puisi dengan otodidaks dan membaca. Aktif dalam berbagai kepenulisan puisi.
Ayahnya bernama Slamet Suladi adalah seorang guru. Ibunya bernama Siti Salamah
adalah seorang guru. Muhammad Lutfi adalah anak pertama dari dua bersaudara. SD
di SD N Tanjungsari, melanjutkan di SMP N 1 Jakenan, kemudian meneruskan SMA di
SMA N 2 PATI, dan sekarang berstatus sebagai mahasiswa Sastra Indonesia,
Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Negri Sebelas Maret Surakarta. Sejak kecil
memang sudah suka menulis cerita dari dongeng yang dibaca. Setiap ayahnya
pulang kerja, selalu buku cerita yang dibawa. Sehingga saat masih kecil sudah
suka menulis dan menyukai cerita. Kemampuan sajaknya terasah saat membaca
biografi dan puisi W.S. Rendra yang membuatnya takjub.  Karyanya terangkum dalam; kumcer Nahima Press
(2015), Antologi Puisi Tuas M Publisher (2016), dan Antologi Puisi Bebuku
Publisher (2016), serta Antologi para penyair Indonesia di Hari Puisi Indonesia
yang bertempat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (Matahari Cinta Samudra Kata,
2016). Memenangkan Lomba penulisan puisi di SELEKTAS UNS juara II (2015), serta
dalam buku Antologi SAJAK para mahasiswa 2015 dan 2016. Mempunyai hobi menulis,
membaca, dan jalan-jalan. Cerpennya terangkum dalam Kumpulan Cerita Mini,
Penerbit Harasi (2016), Malam yang Terjaga (Sabana Pustaka). Dan puisinya diterbitkan
koran Amanah Sastra (Mata Sengsara, Masak dalam Mimpi, Tikar Pedagang Asongan).
Menulis Cerpen, Artikel, dan puisi di berbagai media online. Puisinya yang
berjudul (Topeng Rakus di Sekolah) ikut menjadi puisi terpilih dalam perlombaan
puisi tingkat ASIA yang dibukukan dan dilaunching di IAIN Purwokerto yang di
kuratori oleh Muhammad Badrun, Gani Sahidun, Faiz Adittian. Pada waktu SMA dulu
bait syairnya digunakan dalam lagu pementasan kelas IPS dalam rangka Pentas
Seni di SMA N 2 Pati. Buku puisi tunggalnya yang ber-ISBN berjudul Kumpulan
Puisi Kenangan yang diterbitkan oleh Ajrie Publisher. Salah satu sajaknya
berjudul Siapa Patriot kini terangkum dalam antologi puisi HELP yang di
terbitkan oleh Penerbit WR TSANI MEDIA dan akan diterjemahkan ke dalam 5 bahasa
asing. Dan masih banyak lagi antologi puisinya bersama penyair-penyair
nasional. Penyair dapat dihubungi melalui No.HP; 081225854416, FB; Muhammad
Lutfi, dan E-mail; ahmadsusendra79@yahoo.com. Alamat rumah; Desa Tanjungsari,
Rt.01/ Rw.02, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, dan
berkewarganegaraan Indonesia.

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ahmad Maghroby Rahman Puisi

Puisi: Di Stasiun Sebelum Peluit

Apacapa

Sasaeng Culture: Sisi Gelap Dunia K-Pop

Moh. Imron Ngaleleng

Kendit Harmoni : Ketika Seni Menemani

Apacapa Marlutfi Yoandinas

Posisi Komunitas Muda Kreatif Situbondo dalam Revolusi Industri 4.0

Apacapa

Kuliner Malam Situbondo : Nasi Jagung

Anwarfi Ngadi Nugroho Puisi

Puisi-puisi Ngadi Nugroho: Ramadan

Cerpen Sheila Primayanti

Cerpen: Kehilangan Sebelum Memiliki

Apacapa

Ngopi Bareng: Dari Aspirasi Menuju Aksi

Ahmad Zaidi Cerpen

Cerpen – Fragmen Nalea

Amaliya Khamdanah Buku Resensi Ulas

Resensi: Melintasi Zaman di Kudus Melalui Novel Sang Raja

Buku M Ivan Aulia Rokhman Ulas

Perjalanan Tiga Pendaki untuk Memaknai Kehidupan

Ibna Asnawi Puisi

Kesedihan Nahela dan Puisi Lainnya Karya Ibna Asnawi

Nahiar Mohammad Puisi

Puisi : Di Sepanjang Jalan Ini

Apacapa Kampung Langai Mei Artanto

Festival Kampung Langai: Mengabdi pada Masyarakat atau Artistik

Mahesa Asah Puisi

Puisi: Di Taman Aloska

Film/Series Review Film Setiya Eka Puspitasari Ulas

Review Film: Jaka Sembung dan Si Buta

Ahmad Zaidi Apacapa

Merindukan Pariopo, Merindukan Hujan

Cerpen

Setelah Canon In D, Aku Mungkin Tak Ada Lagi

Apacapa Irwant

Pernak-Pernik Lebaran

Apacapa Nanik Puji Astutik

Lelaki yang Kukenal itu tidak Punya Nama